Latest Post

KEBERDOSAAN KARENA EMOSI

Pdt.Tumpal H. Huathaean

 

            Hari ini kita akan membahas dalam pembahasan kita yang kedua berbicara tokoh kain dan habel jadi minggu lalu kita sudah membahas kenapa akhirnya kain di tolak persembahannya karena dia tidak memberi dengan iman. Habel di terima karena dia memberi karena iman. nanti kita akan ulas secara singkat apa artinya memberi karena iman. mari kita membaca bagian ini:

kejadian. 4: 3-15.

  1. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

5.tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

6.Firman Tuhan kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

7.Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

8.Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

9.Firman Tuhan kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”

10.Firman-Nya: “Apakah yang telah kau perbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.

11.Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.

12.Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”

13.Kata Kain kepada Tuhan: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.

14.Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.”

15.Firman Tuhan kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian Tuhan menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

            Kita akan membahas bagian yang kedua dengan thema yaitu keberdosaan karena emosi, yang pertama kita baca sama sama, Bagaimana kita mengetahui kematangan emosi seseorang? setiap kita bukan hanya merindukan bertumbuh dari pada fisik kita, bertumbuh dari pada pengetahuan kita, tapi lebih penting lagi ada pertumbuhan iman yang bisa terukur dari pada hasil kematangan emosi seseorang. jikalau orang berkata aku lebih banyak pengetahuan tentang Tuhan tapi emosinya masih seperti anak anak, mendapatkan kesulitan langsung lari, mendapatkan kritikan langsung tidak tahan, jikalau kita melihat orang mengaku beriman tapi emosinya meledak ledak, emosinya sangat frontal, emosinya tidak pernah terbendung, ini menunjukkan kepada kita ini apa yang menurut dia orang rohaniawan, tingkah laku dia menunjukkan justru dia bukan orang yang rohani. itu membuktikan kepada kita bahwa pengetahuan mereka, status mereka tidak memiliki iman yang hidup yang merubah akan pikiran termasuk merubah akan emosi mereka. jadi kematangan emosi perlu dipikirkan oleh setiap kita. pertanyaan saya, waktu mau pilih pacar bikin syarat dulu atau engkau sudah terpilih lalu kemudian bikin syarat? pasti kita mau setiap kita mempunyai syarat, didalam syarat ada nilai yang bisa di ukur, didalam nilai yang bisa diukur itu dinamakan standar. standar itu dalam alkitab disebut canon, canon itu mengukur kebenaran, canon itu mengukur segala sesuatu dalam nilai kebijakan. jadi didalam bagian ini saudara emosi kita juga harus terukur. engkau ingin bekerjasama dengan seseorang, harus tau kematangan emosinya, apalagi engkau pacaran mau menikah emosinya pun harus terukur. wanita cantik seperti rusapun kalau emosinya seperti beruang engkau bisa tercakar. jadi didalam bagian ini saudara iman yang beres akan menghasilkan emosi yang beres. yang kedua adakah keragaman afeksi seseorang? adakah respon emosi itu beragam? jawabannya ada. apakah emosi seorang akan rusak karena dosa? Ya. jikalau dia karakternya rusak berkaitan dengan emosi dan lingkungan? mungkin. tetapi bagaimana seharusnya kita memiliki nilai afeksi yang benar, jikalau kita disebut anak Allah, disini kita akan pelajari. yang ketiga bagaimana caranya kita menang dari emosi yang tidak suci? seorang wanita punya peperangan dalan dirinya, kenapa demikian? karena wanita dipengaruhi oleh smasa subur dan tidak masa subur didalam dirinya maka kalau mau masuk dalam tahap tertentu, masa seorang wanita bisa sensi, mudah marah emosi tidak stabil, banyak suami bisa jadi korban anak bisa jadi korban, pembantu jadi korban, yang menjadi pertanyaannya bolehkah kita yang menjadi anak Tuhan mengatasnamakan perubahan hormon untuk orang bisa mengerti akan kemarahan kita? tidak boleh. mengapa demikian? karena kita punya nilai iman, iman itulah yang mengalkahkan dunia iman itulah yang membuat kita tidak terjebak. didalam keinginan didalam perubahan hormon yang boleh membenarkan kita untuk berbuat dosa. orang yunani mengatakan orang bijak dimana ratsio mengontrol emosi, mengontrol tindakan, itulah orang bijak. orang kurang bijak adalah orang dimana emosi mengontrol pikiran, emosi mengontrol tindakan. itu orang yang kurang bijak. orang bodoh bertindak dulu baru mikir, bertindak dlu baru tau orang itu tersinggung atau tidak. adakah kaitan antara kematangan emosi dengan kerendahan hati? ada. nanti kita bahas itu semua.   Di minggu lalu kita sudah membahas apa artinya memberikan persembahan karena iman. ini mengakitbatkan habel persembahannya diterima oleh Tuhan, karena sebelum habel memberikan persembahannya itu semua kepada Tuhan, dia sudah memberikan satu komitmen hidupnya untuk Tuhan, dia sudah memberikan nilai kasih setia dia untuk Tuhan, itu yang dikatakan juga didalam hosea 6 : 6 dimana kita tidak boleh hanya mementingkan korban bakaran, tetapi kita tidak punua kasih setia kepada Tuhan, kita tidak punya satu kerinduan untuk mau mengenal Tuhan. disini kita melihat habel memiliki potensi itu, kedua habel sudah mempersembahkan seluruh keinginannya jikalau aku ingin menjadi peternak biarlah untuk setiap hasil itu semua boleh dipakai untuk Tuhan, inilah yang membedakan kita, jikalau kita sudah memiliki iman didalam Tuhan, nilai studymu nilai kerjamu, nilai hasil usahamu, semua dikaitkan dengan kemuliaan Tuhan, tetapi jikalau ada orang mengaku Kristen bekerja berusaha hasilnya hanya dikaitkan dengan kemuliaan dirinya, kemuliaan keluarganya, kepuasan dirinya tidak pernah dikaitkan dengan kerajaan Allah itu menunjukkan kepada kita melalui hasil nilai kerja usaha dan study pun kita bisa melihat pusatnya adalah dirinya maka orang itu disebut Kristen, Kristen secara status. Kristen secara iman tidak ada, Kristen secara sikap dan tingkah laku tidak ada. jadi pakah orang yang seperti itu diselamatkan? belum tentu diselamatkan. disini kita belajar bagaimana seharusnya keinginan kita hasil dari pada seluruh yang kita hasilkan waktu kita, tenaga kita, talenta kita, pikiran kita, uang kita, kekayaan kita, harus dikaitkan untuk pekerjaan Tuhan. yang ketiga kenapa bisa disebut memberikan persembahan karena imin? karena habel mau seluruh hidupnya menjadi instrument yang indah, di pakai untuk kemuliaan Tuhan. didalam alkitab dikatakan pada waktu kita sebelum menjadi anak Tuhan, kita menyerahkan seluruh anggota tubuh kita, pikiran kita, emosi kita tubuh tubuh kita menjadi senjata kecemaran maka yang kita pikirkan adalah hal hal yang cemar, pornografi, emosi kita terikat oleh suatu keinginan keinginan yang bersifat fantasi yang liar, tindakan kita adalah kepuasan untuk diri kita sendiri. distulah menunjukkan kepada kita, kita adalah yang dulu orang orang yang bodoh, tetapi setelah kita didalam Tuhan seluruh tubuh kita tidak boleh dipakai untuk senjata kelaliman, tidak boleh dipakai sebagai senjata kecemaran tetapi tubuh kit harus dipersembhankan untuk dipakai Tuhan untuk kemuliaan Tuhan. disini kita melihat habel pada waktu dia bekerja sebagai peternak dia tau itu semua karena anugerah Tuhan, maka pada waktu ternaknya melahirkan satu anak yang sulung ini yang terbaik, ini yang dipersembahkan kepada Tuhan. disni kita belajar memberikan persembahan karena iman waktu tenaga uang mu, itu yang terbaik. hari ini kita belajar keberdosaan karena emosi, pertanyaan saya apakah engkau pernah menjadi korban karena orang yang emosinya tidak terkontrol memarahimu? atau sebaliknya orang yang menjadi korban karena emosimu yang tidak terkontrol?  disini kita melihat akibat dosa pikiran kita rusak, akibat dosa emosi kita juga rusak, dan inilah yang kita akan pelajari bersama sma. kita membaca didalam ayat 5b, Tuhan berkata dengan jelas oleh kain, setelah persembahannya ditolak oleh kain, mengapa hatimu sangat panas? kenapa mukamu muram? ini menjelaskan kepada kita Tuhan itu maha tau, kain tidak bisa menyembunyikan akan suasana hatinya. kapan hati engkau dingin? kapan hati engkau panas? hati engkau dingin mungkin pada waktu engkau berkenalan dengan orang lain, gamau menyapa, gamau mencoba untuk mengakrabkan diri, memang saudara saya setuju. ada orang yang punya muka muka yang tidak bisa membuat kita langsung akrab dengan orang itu, kenapa saudara? mukanya seram, mukanya mirip seperti pembunuh tapi saudara muka itu bisa menipu, saya akan beritahu saudara jika wahajmu sudah didalam Tuhan seram menurut standar orang dunia, setelah engkau tinggal didalam Tuhan maka mukamu menjadi anak Allah, lembut. lihatlah sejarah dari pada lukisan perjamuan kudus, mecari figur seorang  Yesus dengan Yudas itu orangnya sama waktu ia terpilih menjadi figure Yesus hatinya masih baik. tetapi setelahia rusak menjadi orang yang berandalan ditemukan dipasar mukanya seperti Yudas. jadi mukanya kelihatan lembut mengandung kelicikan, udah licik kelihatan kurang tulus. jadi saudara kita berterimakasih kepada Tuhan setelah engkau ada didalam Tuhan, engkau bergaul akrab dengan Tuhan mukamu bisa berubah, contohnya adalah musa bergaul akrab dengan Tuhan berhari hari berminggu minggu, berbulan bulan untuk mengerti kehendak Tuhan dengan sepuluh hukum taurat maka wajahnya bersinar. dan disini Tuhan berkata dengan kain, mengapa hatimu sangat panas dan mukamu itu suram? sudah dikasih peringatan oleh Tuhan seperti itu. respon dari pada kain bersifat balon mudah pecah. jadi jika orang yang sifatnya balon dari nilai aspek personality secology baru di kritik sebentar langsung sifatnya re aktif negatif. kita sebagai makhluk hidup harus mempunyai energy yang positif disini kita melihat orang yang re aktif dengan orang yang pro aktif. apa bedanya? re aktif secara emosi orang yang gampang tersinggung secara nilai harga dirinya, tersingung secara hati dan bati itu tersinggung. jadi orang yang re aktif kebanyakan negatif, tatapi orang yang pro aktif orang yang punya inisiatif kebanyakan positif, tetapi pro aktifnya berpikir licik, pro aktifnya juga merugikan orang lain itu negatif. tetapi didalam nilai kerja istilah pro aktif menunjukkan tangannya ringan , pikirannya sangat smart, pikirannya lincah dan sangat cerdas. bagaimana jikalau menghidupi aspek personality berkaitan dengan emosi yang terus sifatnya balon? jangan kaget nanti sifatnya akan terus berkembang seperti batu yang keras. didalam bebarapa kasus ada orang yang bersifat self men raincesnes, apa artinya dalam aspek personality, apa artinya dalam aspek nilai secology, yang menganalisa kaliman self men raincesnes. didslsm dunis secology ini disebut orang yang membenarkan diri terus menerus. jadi dia selalu cari alasan selalu dia cari korban selalu dia salahkan situasi kenapa? karena dia self men raincesnes oramg yang seperti ini tidak pernah rendah hati kalau ada kasus mungkin dia hanya mengambil potensi hanya 5 sampai 10 persen. ada masalah dalam pendidikan anaknya, masalah dalam hubungan suami isteri, dia selalu menyalahkan akan anak, situasi, dan segala sesuatu. tidak pernah intropeksi dan tidak pernah reflexi. maukah engkau menikah dengan orang yang self men raincesnes? pasti engkau tidak mau memikul salib sebelum waktunya bukan? jadi didalam bagian inilah saudara ketika kita sedang berhadapan dengan orang yang seperti ini, engkau terus tetap melanjutkan pacaranmu, engkau sedangberhadapan dengan orang yang sombong sekali. engkau selalu berhadapan dengan orang yang selalu membenarkan diri seolah olah engkau yang jadi korban dan dialah pahlawannya. hatimu mungkin sakitnya dalam, ada wanita yang terus menyimpan akan setiap dari pada kemarahan dia, makin lama kemarahan itu menjaring dan jaring itu mengakibatkan dia kena kanker. ini belum terbukti secara nilai dari pada medis. tapi banyak kasus kasus dari pada kanker itu diakibatkan orang yang tidak punya happynes. tapi disini kita melihat orang yang emosinya seperti batu, dia hanya bisa mengakui itu salah jikalau ia dipecahkan, jikalau ini semua dihidupi jangan kaget nanti sampai aspek yang ketiga hati nuranimya seperti besi tumpul. kenapa demikian? yang penting aku puas. yang penting kemarahanku tersalurkan, yang penting dendam orangtuaku tersalurkan, orang yang seperti itu saudara karena ia mengalami kerusakan emosi. pertanyaan saya, kerusakan emosi dalam yesus kristus bisa diperbaharui tidak? jawabannya bisa. karena Tuhan kita adalah pencipta, Dia adalah yang memperbarukan kita maka kita percaya, emosi kita yang rusak karena dosa, emosimu rusak karena nilai kebiasaan orangtuamu memarahimu kebiasaan lingkungan cara merespon emosimu yang selalu meledak ledak. karena engkau mendapatkan emosi yang tidak baik dari pada lingkungan sekolahmu, semua itu didalam Tuhan bisa dibereskan melalui firman Tuhan. amsal yang tadi kita baca amsal 14:29 itu mengatakan dengan jelas orang orang yang hidup dengan kemarahan itu adalah orang orang yang terus mendatangkan kebodohan. ini mejelaskan kepada kita bahwa kain sudah memberikan persembahan tidak karena iman, waktu dia menghadapi penolakan juga dihadapi bukan dengan iman tetapi dihadapi dengan emosi yang tidak suci, disini kita bisa menyimpulkan kain tidak rendah hati. apakah orang yang belum lahir baru bisa rendah hati? minimal mau mendengar, mau mengkoreksi diri secara umum, itu semua orang berdosa bisa. sifat kita adalah seperti karet, seperti spons, waktu kita dikoreksi oleh firman, waktu kita dikoreksi oleh papa mama kita, waktu kita diberitahu oleh orang lingkungan sekitar kita, coba dengar dulu, coba kelola dulu, coba intropeksi dulu kalau itu benar, Tuhan terimakasih untuk teguranMu, sahabatku terimakasih sudah memberikan yang terbaik untuk aku. jadi disinilah orang yang rendah hati tidak cepat marah. disini kita belajar seharusnya setiap kita tyang hatinya sudah disucikan oleh Tuhan kita mempunyai aspek tangible. Tuhan yang langsung dalam otoritasnya menegur dari pada kain tetap dia marah, bayangkan kalau yang menegur adalah habel marahnya pasti luar bisa. maka disini kita harus belajar siapa yang memberitahu sesuatu yang baik untuk dirinya dia tidak melihat hirarki orang itu dia tidak lihat status orang itu tetapi dia melihat substansinya maka dia diam, serap dulu, refleksi dulu, dan dia akhirnya intropeksi diri. daud setelah dia mengalami kejatuhan dengan batsyeba maka kita lihat tulisan dimazmur, dia sangat waspada, dia sangat hati hati, bagaimana dia harus penuh dengan satu nilai ketergantungan kepada Tuhan. maka dia sampai minta diselidiki pikiran dia, dia minta diketahui akan nilai hati dia, jikalau ada sesuatu yang menyeleweng, jika ada sesuatu yang serong, dia memohon agar Tuhan memberitahunya. itu berarti menjelskan kepada kita detelah daut belajar dari kejatuhannya dia punya satu solusi yang tepat untuk dirinya. hati daud tidak bersifat balon, tidak bersifat batu, tidak bersifat besi, apa akibatnya jika orang keras hati? dia akan kehilangan hati nurani. mungkin waktu dia pukul akan kabel sekali, habel masih teriak kak, kenapa engkau pukul aku? kak aku ini adik mu. mendengar suara teriakan Habel membuat dia tidak sedih, karena hati nurani Kain sudah mati. maka mendengar teriakan dari pada Habel akan membuat dia terus semakin menyiksa Habel sampai teriakan itu hilang. jadi disini kita bisa tau saudara, Kain orang yang kejam, Kain adalah orang tidak punya hati nurani. disinilah kita belajar saudara Tuhan sudah tau suasana hati Kain.

Ayat selanjutnya dalam ayat 6 dan 7 Tuhan akhirnya bertindak karena melihat kemarah Kain, disinilah bagian pertama kita melihat Tuhan kasih peringatan dengan kata hai Kain mengapa hatimu sangat panas? kenapa mukamu muram? ini kata peringatan saudara. jikalau ini kita kaitkan dengan konsep teology perjanjian baru peran dari pada Roh Kudus, adalah yang pertama mempertobatkan dunia, menghakimi dunia, memimpin kita dalam kebenaran.dan peran Roh Kudus pada waktu kita jatuh didalam dosa Dia akan menghakimi hati nurani kita. tetapi jika hati nurani kita sudah dihakimi kita tetap tidak bertobat, maka Tuhan ijinkan kita dipukul secara fisik, memukul kirta secara sistem hidup, ada kegagalan dalam study, ada kegagalan dalam bekerja, dan keluargamu. tetapi jika engkasu sudah dipukul dengan tahap yang kedua tetap engkau tidak peka kembali kepada Tuhan, Tuhan akan biarkan engkau. nanti jika engkau sudah berdosa engkau punya satu guilty feeling tetapi engkau tidak pernah membawa guilty feeling itu untuk mengaku dosa kepada Tuhan engkau menyembunyijkan guilty feeling mu secara situasi, nilai kerjamu bisa aman, sahabatmu tetap ada engkau membenarkan diri sampai engkau di pukul secara fisik tetap engkau tidak peduli kepada Tuhan engkau dibuang Tuhan. waktu engkau dibuang Tuhan engkau akan kehilangan hati nurani. disitulah engkau tidak mempunyai kepekaan rohani lagi, engkau tidak tahu ini doa atau tidak dosa, yang kau tau engkau rugi atau engkau untung. disini kita melihat Allah begitu baik kepada kita, bahkan dikatakan dala Alkitab sebelum engkau jatuh didalam dosa Allah Roh Kudus bersuara untuk hati mu. semua suara Tuhan memberitahu bahwa Dia sayang kepada kita. belum engkau jatuh sudah di tegur, setelah engkau jatuh engkau dihakimi, disini menjadi pertanyaan kita, suara Tuhan tidak direspon oleh Kain. bisakah Tuhan menggagalkan dari pada semua niat Kain ingin membunuh Habel? Bisa. tetapi Tuhan masih memberikan kebebasan, disinilah kita melihat Tuhan beranugerah sekali untuk kita inilah peringatan yang pertama. yang kedua setelah Tuhan kasih ajakan satu nilai refleksi hai Kain mengapa hatimu panas mukamu muram? bukankah engkau lebih baik melakukan perbuatan yang baik. kenapa engkau berniat untuk membunuh akan Habel? harusnya engkau melakukan perbuatan yang baik. Tuhan bisa membaca setiap niat kita, Tuhan bisa membaca setiap keinginan kita, maka Tuhan kasih ajakan supaya Kain bertobat. bukankah berbuat baik membuat mukamu berseri? kita diajak untuk berbuat baik dan kita semua punya sifat Keynes yang dari Tuhan dengan aspek moralitas apalagi kalau aspek keynes kita, aspek perbuatan baik kita dikaitkan untuk Tuhan itu lebih baik lagi. tetapi Kain tidak meresponi teguran Tuhan. kita melihat yang ketiga, Tuhan memberikan solusi dan konsekuensi jadi diajak untuk berfikir saudara, hay Kain jikalau mukamu muram hatimu panas terus dan engkau tidak mau berbuat baik. Tuhan kasih satu konsekuensi kata jika, jadi jika engkau tidak mau melakukan itu ingat dosa sudah mengintip dihati nuranimu, ini kita bisa bandingkan dengan konsep petrus seperti singa mengaung ngaung dikandang yang ingin menyantap kita yang ada di luar dia begitu lapar, dia melihat kita seperti darah segar mau segera menyantap tetapi dia terhalang oleh pintu. dosa kita kuasanya sudah dihancurkan oleh Tuhan. dan kita diberikan kuasa menjadi anak anak Allah mengalahkan dosa tapi ingat dosa masih ada disekeliling kita, dosa itu tidak bisa menguasai kita karena dosa itu sudah dipagari oleh Tuhan, tetapi dosa itu bisa mempengaruhi pikiran kita, emosi kita, tindakan kita ketika kita membuka hati lagi, jadi disini Tuhan sudah mengajarkan Theology lagi tentang konsep dosa kepada Kain. jikalau engkau terus keras hati seperti itu dosa mengintip dia akan mencengkram engkau, dia akan menggoda engkau, Kain bunuh saja Habel itu. itu yang menjadi sainganmu, bawa dia kepadang yang begitu jauh supaya papa mamamu tidak tahu, disini Tuhan kasih peringatan dan solusi kalau engkau terus begitu ingat, engkau harus berkuasa atasnya kalau engkau tidak berkuasa atasnya dan engkau dikuasai oleh setan dan segala nafsunya engkau akan melakukan kejahatan itu. disini menjelaskan kepada kita Tuhan itu tidak semena mena langsung membiarkan Kain berdosa. jadi kita sama sebelum engkau jatuh didalam dosa Tuhan melakukan ajakan kasih pemikiran solusi dan konsekuensi. tapi jika hatimu tetap keras dan engkau tidak punya nilai peperangan rohani engkau tidak mempunyai nilai mencintai Tuhan engkau masih mencintai amarahmu, jangan kaget engkau bisa melakukan dosa yang sangat fatal seperti kain. disini saudara jika Roh Kudus memperingati dengan lembut kepada kita cepat kembali kepada Tuhan, jikalau Roh kudus sudah menghakimi kita hati nurani kita cepat bertobat, cepet memperbaharui diri. sebelm engkau di pukul Tuhan sebelum engkau dibuang Tuhan, dan dibiarkan Tuhan kembali lagi dalam pembahasan kita, apa tindakan kain setelah mendapat teguran dan ajaran dari pada Tuhan? ini otoritas yang sempurna, kita lihat apa tindakan dia, terus mengeraskan hati. bahkan mematikan hati nuraninya, bukannya dia bertobat berbuat baik, justru ajak dari pada adiknya untuk pergi kepadang yang begitu jauh untuk membunuh. sudah dibunuh sampai darahnya tercurah darah itu berteriak kepada Tuhan dan Tuhan tau, waktu ditanya, Kain dimanakah adikmu? waktu Tuhan berbicara kepada Adam waktu Adam telanjang Adam pun menyalahkan Hawa. disini kita melihat orang berdosa, masih berani mendatangkan dosa yang baru. maka kita melihat Ulangan 6 sampai denan timotius mengajarkan kepada kita firman baik firman baik untuk mengajar kita, firman baik untuk mengoreksi kita, firman baik untuk mengungkapkan kesalahan kita firman baik untuk memimpin kita dalam kebenaran. jadi guru kita adalah Tuhan sarananya ada;lah firman, kurikulumnya adalah baca dari kejadian sampai wahyu. maka kita melihat Tuhan memberikan hukuman plus perlindungan terhadap Kain. maka jika engkau menguasai tanah, tanah itu tidak menghasilkan seratus persen untuk apa yang engkau tanam engkau akan berjuang. mari kita melihat matius 5 :21-22 disitu dikatakan Alkitab berkata jangan membunuh tetapi Tuhan Yesus berkata, aku berkata kepadamu jikalau engkau marah terhadap sesamamu manusia itupun sudah punya konten membunuh, apa artinya saudara? artinya dari khotbah yesus dalam matius 5 :21-22 menjelaskan kepada kita bahwa waktu engkau marah itu di samakan dengan dosa membunuh karena engkau mematikan hukum relasi engkau membunuh persahabatanmu, engkau membunuh tali persaudaraanmu, engkau membunuh nilai relasimu karena engkau men Tuhankan akan emosimu yang tidak suci itu. jadi disini Alkitab berkata kalau engkau marah cepat selesaikan jangan sampai matahari terbenam. artinya kuasailah emosimu, jangan puaskan emosimu. mari kita berhati hati dengan hati nurani kita kita harus membuat emosi kita matang dalam kristus. dan kita harus cepat peka jikalau Roh Kudus tegur hati nurani kita, tegur emosi kita, kita cepat kembali kepada Tuhan. kiranya Firman Tuhan pada hari ini bisa membangun emosi kita makin suci dihadapan Tuhan. emosi kita makin matang dan kita selalu punya kerendahan hati, jadi jika engkau di tegur orang lain berterimakasihlah. Tuhan Yesus memberkati              

KEBERDOSAAN KARENA EMOSI

Categories: Transkrip

Pdt.Tumpal H. Huathaean

Author: Gracelia Cristanti

Bitnami