Latest Post

Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan! (Mazmur 40:5)

Setelah pemazmur merasakan pertolongan Tuhan dan bersaksi atas itu, ia menyatakan satu pengajaran kepada semua orang yang mendengar atau membaca Mazmur ini; yaitu mereka yang mengandalkan Tuhan adalah orang-orang yang berbahagia atau diberkati (dalam bahasa Ibrani, kata esher bisa berarti bahagia atau berkat. Dalam bahasa Yunani, kata makarios juga berarti bahagia atau berkat. Kita bisa menyimpulkan bahwa berkat Tuhan membawa kebahagiaan atau kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika Tuhan memberikan berkat).

Mereka yang mengandalkan Tuhan tidak meminta pertolongan dari orang-orang sombong. Di masa peperangan, ada kerajaan yang besar dan ada kerajaan yang kecil. Raja kecil biasa meminta pertolongan dari raja besar atau raja yang lebih kuat untuk memenangkan peperangan. Raja dari kerajaan yang kokoh biasanya begitu bangga dan angkuh atas kekuatan kerajaannya. Di dalam konteks Perjanjian Lama, ada banyak raja besar yang begitu angkuh, misalnya Firaun, raja Asyur, raja Babel, dan lainnya. Mereka biasanya diminta tolong oleh raja-raja yang kerajaannya lebih kecil, termasuk raja-raja Israel yang tidak mengandalkan Tuhan. Sesungguhnya Tuhan mau bangsa Israel bersandar pada-Nya, namun itu tidak dilakukan oleh bangsa Israel.

Mereka yang mengandalkan Tuhan juga tidak menyimpang kepada kebohongan. Kebohongan bisa merujuk kepada; kuasa dunia, bijaksana dunia, dan kekayaan dunia (Benson Commentary). Semua itu memang bisa menolong, namun hanya sampai tahap tertentu dan waktu tertentu. Uang bisa membeli tentara bayaran, namun kemenangan tetap ada di tangan Tuhan. Kuasa dunia bisa menambah jumlah tentara dan kualitas senjata, namun masa depan ada dalam genggaman Tuhan. Memilih kuasa dunia yang tidak menjamin apapun ketimbang memilih kuasa Tuhan adalah suatu kebodohan.

Pertanyaan renungan: Sudahkah kita mengandalkan Tuhan? Apakah kita masih mengandalkan kebohongan dan orang-orang angkuh? Sadarkah kita akan kuasa Tuhan yang melebihi segala sesuatu?

Bitnami