Latest Post

Katekismus Heidelberg

P6 (Desain Allah untuk manusia)

Renungan Harian 10 Januari 2021

 

Jadi, apakah Allah telah menjadikan manusia begitu jahat dan buruk?

Sekali-kali tidak (a). Tetapi Allah telah menjadikan manusia baik dan menurut gambar-Nya (b), artinya, dengan kebenaran dan kesucian yang sejati, supaya manusia dapat mengenal Allah Penciptanya secara benar, mengasihi-Nya dengan sebulat hati, dan hidup bersama Dia dalam kebahagiaan yang kekal untuk memuji dan memuliakan Dia (c).

 

(a) Kejadian 1:31. (b) Kejadian 1:27. (c) Efesus 4:24.

 

Banyak orang mencurigai Allah dan percaya bahwa Allah menciptakan manusia dan sengaja menjerumuskannya ke dalam dosa. Kepercayaan ini membuat mereka pesimis terhadap Allah. Jadi ini adalah pertanyaan yang sangat krusial untuk dijawab.

Katekismus Heidelberg secara langsung menjawab ‘tidak’ kepada pertanyaan ini. Setelah itu katekismus Heidelberg langsung menjelaskan tentang desain Allah untuk manusia. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Menurut katekismus Heidelberg, ini berarti manusia memiliki kebenaran (moral/righteousness) dan kesucian sejati.

Mengapa Allah mendesain manusia secara demikian? Agar manusia dapat mengenal, mengasihi, dan hidup bersama Allah dalam kebahagiaan kekal. Pada akhirnya ini semua adalah untuk kemuliaan Allah.

Setelah jatuh ke dalam dosa, relasi Allah dan manusia menjadi terputus. Jadi manusia tidak bisa hidup seperti maksud semula Allah. Dalam belas kasihan-Nya, Allah memilih suatu umat bagi-Nya agar mereka hidup sesuai dengan maksud Allah. Allah mau supaya umat-Nya mengenal dan mengasihi Allah. Yesus berkata “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17:3).

Bitnami