Latest Post

Kutipan oleh D. A. Carson yang diambil dari buku “Kasih di Tempat-Tempat yang Sulit” halaman 9.

Kasih Allah yang memilih, kasih-Nya yang selektif. Dia adalah Allah yang memilih Israel – bukan karena Israel lebih besar atau lebih kuat atau lebih mengesankan daripada bangsa-bangsa lain, tetapi karena Dia mengasihinya (Ul. 7:7-8; 10:15). Ini tidak boleh dikacaukan dengan perikop-perikop yang berbicara tentang kasih Allah yang providensial, karena setiap orang tanpa kecuali adalah penerima kasih itu, sementara di sini seluruh maksudnya adalah bahwa kasih Allah membuat pembedaan. Itu sebabnya Allah dapat meringkas kasih ini dengan menunjuk kepada kategori yang membedakan: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau,” firman Allah (Mal. 1:2-3) – suatu pembedaan, demikian Paulus menunjukkan, yang didasarkan pada pikiran Allah sebelum Yakub atau Esau “dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat” (Rm. 9:10-12). Sama halnya di Perjanjian Baru: “Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya” (Ef. 5:25). Cara-cara berbicara seperti ini harus dibedakan dari perikop-perikop yang berbicara tentang kasih Allah yang merindukan dan mengundang, terlebih lagi dari perikop-perikop yang berbicara tentang kasih-Nya yang providensial kepada semua orang tanpa pembedaan.

Author: Tommy Suryadi

Bitnami