Latest Post

John Wycliffe

Categories: Biografi Tokoh Iman

John Wycliffe adalah seorang filsuf, pengkotbah, akademisi, dan tokoh reformator Kristen yang dijuluki “The Morning Star of the Reformation“ karena perjuangannya sebagai salah satu pelopor reformasi gereja Roma Katolik. Walau ia dikenal sebagai seorang filsuf dan teolog, ia sangat anti hidup mewah sehingga banyak kritikannya terhadap pemerintah Inggris dan gereja Roma Katolik yang berdasarkan pandangan ini.

Salah satu kontroversi terjadi ketika Vatikan memaksa Inggris memberi dukungan finansial ke Roma, padahal Inggris sedang mengalami kesulitan keuangan karena perang dengan Perancis. Wycliffe memberi saran kepada temannya yang merupakan anggota parlemen Inggris untuk menolak dukungan finansial kepada Roma.  Menurutnya, hidup kekristenan yang diajarkan Yesus Kristus menekankan hidup dalam kesederhanaan, bukan kemewahan. Hal ini membuat Paus Gregory XI geram dan kemudian mengeluarkan dokumen yang menyatakan Wycliffe seorang bidat. Namun karena ada perpecahan di Roma ditambah kepopuleran Wycliffe di Inggris, maka Wyckiffe hanya dimasukkan tahanan rumah.

Selain mengkritik hidup mewah, Wycliffe juga menemukan beberapa doktrin gereja Roma Katolik yang sudah berbalik arah. Misalnya saja tentang transubstantiation (hubungan antara roti-anggur dan tubuh-darah Kristus), Indulgences (penghapusan dosa dengan perbuatan baik, doa dan surat penghapus dosa), serta pengakuan dosa melalui pastor.

Salah satu kontribusi terbesar Wycliffe adalah menjadi pelopor penterjemahan Alkitab dari bahasa Latin (Vulgate) ke bahasa Inggris. Ia percaya setiap orang awam harus punya akses langsung ke Alkitab. Hal ini jauh berbeda dari pandangan gereja Roma Katolik yang beranggapan hanya pastor yang berhak membaca dan mengerti Kitab Suci. Wycliffe belum sempat menyelesaikan misinya tersebut saat ia meninggal pada 1384, tepatnya tanggal 31 Desember karena penyakit stroke.

Namun demikian Wycliffe telah banyak menarik simpatisan yang setuju pada ajarannya, bahkan terbentuklah sebuah kelompok yang disebut “The Lollards”. Mereka mendukung terus pekerjaan penterjemahan Alkitab bahasa Inggris Wycliffe yang dilakukan temannya, Purvey. Kelompok “The Lollards” ini kemudian disingkirkan dan dianggap kelompok pembangkang oleh gereja. Pengaruh Wycliffe sangat dibenci gereja Roma Katolik, sehingga 30 tahun setelah kematian Wycliffe, tulang-tulangnya kembali diangkat, dibakar, dan abunya dibuang ke sungai.

Pada tahun 1942 satu organisasi bernama Wycliffe Bible Translator didirikan dengan visi untuk menterjemahkan Alkitab kedalam ribuan bahasa-bahasa suku di dunia.

Author: Lukman Sabtiyadi

Bitnami