Latest Post

Jaminan Pekerjaan Roh Kudus dan Penebusan Orang percaya Sebagai Miliki Allah

 

(Efesus 1:13-14)

Yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana kita mengerti bahwa Roh Kudus adalah jaminan bagian keselamatan kita? Jikalau kita dijamin akan kesehatan kita oleh asuransi jelas kita punya policy (ketentuan). Jikalau kita dijamin oleh Allah Roh Kudus bagaimana kita tahu kalau kita sudah dijamin? Allah Bapa menjamin kita, Allah anak menjamin kita ternyata Allah Roh Kudus pun turut menjamin kita.

Pertama, kebebasan orang percaya sebagai satu kesaksian Roh Kudus turut bekerja. Kita tahu jikalau Roh Kudus menjamin keselamatan kita dari aspek kebebasan. Kita bisa mengerti bagaimana nilai kebebasan kita bukan lagi kebebasan di dalam dosa, bukan lagi kebebasan yang berpusat untuk diri, bukan lagi kebebasan yang hanya berpusat untuk memuaskan diri dan bukan lagi kebebasan tanpa nilai dan kebenaran tetapi kebebasan ada arah yang memiliki nilai kebenaran. Mari kita melihat hubungan Firman Tuhan untuk bagian ini dalam 1 Yohanes 5:6-8, “Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.  Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.” Di sini kita perhatikan ketika Roh Kudus tinggal di dalam setiap kita orang percaya maka kita harus bisa mengerti Roh Kudus diutus oleh Allah Bapa, oleh Allah Anak untuk menginsyafkan dunia atas dosa dan memimpin kita pada satu kebenaran Allah. Ternyata di sini kita harus mengerti Roh Kudus memiliki satu fungsi menggarap kebebasan kita yang mengandung satu nilai kekal dan kesucian. Yohanes 1:24, “Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.” Roh Kudus tinggal dalam setiap orang percaya untuk apa? Bagian yang pertama jikalau kita melihat ayat ini di situ menjelaskan kepada kita supaya kita memiliki ketaatan bagi Allah di dalam kebebasan kita yang terbatas.

Yang menjadi pertanyaan: Mungkinkah orang Kristen memiliki satu ketaatan yang tidak bersifat total bagi Allah? Ketika kita percaya Kristus menebus kita dengan total, keselamatan kita adalah keselamatan yang pasti, jaminan Roh Kudus adalah jaminan yang pasti. Maka pada waktu kita memiliki ketaatan mungkinkah orang Kristen masih membangun satu nilai ketaatan berdasarkan ketaatan terbatas? Maka ketaatan bersifat situasional adalah ketataan berdasarkan aku mau dan bukan berdasarkan apa yang memang Tuhan perintahkan untuk kita taat. Bagaimana kita mengerti ketaatan situasional yang tidak membuktikan ketaatan yang mutlak. Misalnya waktu kita di minta oleh seseorang yang tidak penting tetapi kita ingin menyenangkan dia sementara di gereja ada kegiatan pelayanan akhirnya kita lebih mementingkan untuk menyenangkan dia, mengapa? Situasional tetapi dikorbankan nilai pelayanan. Maka di sinilah kita mengerti orang itu memiliki ketaatan yang tidak total. Maka pada waktu kita tahu ini bisa ditunda, ini tidak bisa ditunda dan dia mau ini, mau menyenangkan orang itu maka di situlah kita baru tahu bahwa orang itu dalam paradigm berpikir belum memiliki ketaatan yang total. Di sini kita harus belajar bagaimana memiliki ketaatan yang total dimana kita mengutamakan Tuhan di atas segala-galanya. Waktu kita memiliki ketaatan yang total, maka kita tidak boleh membuat seribu alasan untuk kita tidak melayani Tuhan.

Puji Tuhan tim kita yang pergi ke Bitung dan Pulau Lembeh bukan tim karena pergi pengangguran. Mereka adalah orang-orang yang punya satu kesibukan luar biasa. Tetapi itu bisa diatur kalau kita taat 100% untuk Tuhan, maka Tuhan akan bekerja segala sesuatu bisa indah. Saya belajar bagaimana kita di sini mari kita mendemonstrasikan dengan ketaatan kita. Maka setiap kita ambil waktu yang khusus untuk Tuhan nanti kita bisa melihat sukacita mengalahkan semuanya. Ini yang perlu kita pelajari yang merasa dirinya sibuk dan banyak pekerjaan coba atur waktu untuk berbagian dalam pelayanan. Yang ingin saya sampaikan adalah mari kita bangun ketaatan bersifat total dan bukan ketaatan yang bersifat limited-situasional untuk diri dan kenikmatan kita, atau pun keuntungan kita. Di sini kita tahu bagaimana Roh Kudus menjamin hidup kita, bagaimana Roh Kudus adalah mati kita yaitu dia menggarap ketaatan kita berkaitan dengan kebebasan kita. Tidak ada lagi jiwa pemberontakan kepada peraturan Allah dan ketetapan-Nya. Maka yang menjadi pertanyaan, sampai sejauh mana anak Tuhan bisa berontak? Sampai sejauh mana anak Tuhan bisa melawan Firman Tuhan hanya berkaitan dengan nafsu dan keinginan? Pada waktu Daud jatuh, benar-benar jatuh karena akibat dosa itu nyata maka Tuhan tidak membiarkan Daud untuk mempermalukan Tuhan dan tiba saatnya Daud dipukul oleh Tuhan.

Kita percaya jikalau Roh Kudus tinggal dalam hati kita, dan dia menjamin kita untuk keselamatan kita, kita tidak diberikan lagi aspek kekerasan hati melawan kebenaran Firman Tuhan. Karena Roh Kudus sudah menggarap nilai kita sehingga kita diberikan kelembutan hati. Paulus sebagai orang yang sangat keras tetapi pada waktu dia bertobat maka Tuhan menggarap nilai hatinya. Dia tidak berani lagi dengan sengaja menganiaya anak-anak Tuhan karena hatinya sudah dipenuhi oleh Roh Kudus. Maka kita mengerti, ketika anak-anak nakal pada waktu ibadah kita tahu kalau mereka masih punya jiwa-jiwa liar. Orang itulah yang kita taklukkan untuk menerima Yesus, jadi puji Tuhan kita tidak lagi punya jiwa pemberontakan.

Kedua, demikianlah kita ketahui bahwa kita tetap berada dalam Allah dan di dalam kita Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh Kudus sehingga tidak terikat dengan dosa. Jadi jikalau Firman yaitu yang memberikan kesaksian Kristus di sorga yaitu Bapa Firman yaitu Yesus Kristus dan Roh Kudus, yang memberikan kesaksian di dunia Roh Kudus dalam nilai baptisan kita, dalam nilai penyucian kita, dan dalam nilai kita dipenuhi oleh Roh Kudus itulah yang memberikan kesaksian siapa kita. Kita jikalau berada dalam Firman maka Firman itu ada dalam kita. Roma 8:9-11 “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.  Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” Roh Kudus tinggal dalam setiap orang percaya supaya kita memiliki kemerdekaan dalam kebebasan kita yang tidak lagi terikat dengan dosa atau aspek kedagingan. Tadi kita melihat bagaimana kebebasan kita digarap oleh Tuhan menjadi kebebasan yang punya konten ketaatan kepada Tuhan. Yang kedua kita bisa melihat bagaimana yang berkaitan dengan jaminan Roh Kudus kemerdekaan kita itu kita miliki dalam kebebasan kita sehingga kita terikat dengan nilai Kristus telah mati memerdekakan saya dari ikatan dosa. Artinya bagaimana kita bisa mengerti Roh Kudus tinggal dalam diri kita, dia mau menggarap kita punya nilai kemerdekaan dalam nilai kebenaran.

Maka supaya kita memiliki kemerdekaan bagaimana kita tahu jikalau kita sudah memiliki kemerdekaan dalam Kristus? Kita tidak lagi terikat dengan dosa-dosa tertentu. Kalau kita pergi mendengarkan sharing guru-guru khususnya wilayah Manado, bagi mereka aspek kehidupan seks bebas itu biasa. Sehingga kalau gereja tidak memberkati orang-orang ini di gereja maka mereka bisa dimarahin oleh jemaat. Bahkan kalau gereja tidak memberkati orang-orang yang sudah kawin cerai maka gereja juga bisa ditegur oleh jemaat. Ini menunjukkan kepada kita bahwa di dalam kantong Kristen mereka tidak mengerti kebebasan berkaitan dengan satu kemerdekaan yang sudah dikerjakan Kristus sehingga pada waktu kita membangun kebebasan kita harus kebebasan berdasarkan prinsip-prinsip Firman Tuhan. Kebebasan yang berkaitan dengan kebenaran, kesucian dalam tangan Tuhan. Artinya bebas tetapi tidak lagi sebebas-bebasnya. Di sinilah kita mengerti bagaimana kita tahu kita sudah memiliki satu kebebasan yang sudah diberikan oleh Kristus, kita tidak lagi terikat dengan dosa-dosa tertentu. Hidup tidak lagi dalam bayang-bayang keinginan daging yang tidak suci. Orang yang terikat dalam kebebasan dengan dosa maka nanti itu akan terikat dengan satu bayangan untuk dia melakukan dosa itu. Salah satu pelayanan Roh Kudus adalah menjadi saksi untuk kita yang punya relasi dengan Tuhan. Semua orang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah dan dikatakan kita akan berteriak “ya Bapa.” Galatia 4:5-8, “Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.”

Ketiga, Roh Kudus pada waktu tinggal bersama-sama dengan kita dalam hati kita Dia bersaksi dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Jadi dalam bagian ini ada tiga kali kita disebut anak Allah. Semua orang dipimpin Roh Allah  adalah Anak Allah. Sebab kamu tidak menerima Roh Perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi tetapi kamu telah menerima Roh yang membuat kamu menjadi anak-anak Allah. Oleh Roh itu juga kita berseru ya Bapa yang terkasih, ya Bapa bersama-sama bersaksi dengan Roh kita. Kalau kita punya anak maka anak akan kita berikan satu porsi yang terbaik karena itulah haknya. Apalagi Bapa di sorga yang telah memateraikan kita dengan Roh Kudus untuk kita disebut anak-anak Allah.  Maka pada waktu Roh Kudus bekerja dan diam dalam kehidupan kita maka dia akan memberikan kita kepastian kalau kita adalah anak-anak Allah. Kita bukan lagi anak-anak dosa, kita bukan lagi hamba dosa sehingga kita punya kepastian bahwa hidup kita sungguh di dalam Kristus.

Bersaksi bersama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Yang menjadi pertanyaan: Mungkinkah orang Kristen yang sampai mati masih ragu-ragu dia bukan anak Tuhan? Tidak mungkin, bagaimana tidak mungkin? Karena jikalau Roh Kudus bekerja dalam kehidupan kita, Dia pasti akan menggarap hidup kita sesuai dengan Kristus. Maka orang Kristen yang sejati tidak mungkin meragukan dirinya jikalau dia sungguh-sungguh punya buah rohani. Jikalau engkau tidak punya buah rohani maka wajarlah engkau meragukan keselamatan, tetapi jikalau engkau punya buah rohani itu membuat satu pengharapan yang optimis membuat satu kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan. Di sini kita melihat mengasihi anak dalam kebebasan, artinya kita tidak lagi mengasihi diri dalam kebebasan kita. Jikalau kita mengasihi Allah dalam kebebasan kita maka pada waktu engkau di rumah, pada waktu engkau di kantor dan dimana pun juga engkau tidak sembarangan menggunakan kebebasanmu untuk memuaskan nafsumu, engkau mau melihat aku mengasihi Allah, Allahku yang sudah mati bagiku. Allahku hadir, maka ketika engkau bebas engkau akan melihat Tuhan. Waktu kita bebas maka hidup kita akan menyaksikan Tuhan, waktu engkau bebas hidupmu bertanggung jawab kepada Tuhan maka saat itulah engkau tidak dikendalikan oleh keinginan-keingianmu yang tidak suci. Kalau kita mengasihi diri dalam kebebasan kita, maka apapun yang diri inginkan engkau akan puaskan. Ketika kita punya kebebasan lihatlah semua sebagai anugerah Tuhan untuk kita memuliakan Tuhan. Bukan dilihat engkau punya uang dan punya kebebasan untuk bisa mengaktualisasi apa yang aku inginkan. Di situlah menjelaskan kamu tidak ada Roh Kudus karena kamu masih diikat dengan keinginan-keinginan duniawi. Jadi di sini kita punya kebebasan tetapi kebebasan kita terikat dengan kebebasan dalam mengasihi Allah bukan mengasihi diri. Mari kita mengasihi Tuhan lebih daripada kita mengasihi diri. Siapa yang mengasihi diri akan terus memuaskan diri tetapi kalau kita mengasihi Tuhan dalam kebebasan kita, kita akan mengutamakan Tuhan dan terus berusaha memuaskan hati Tuhan.

Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – LG.

Jaminan Pekerjaan Roh Kudus dan Penebusan Orang percaya Sebagai Miliki Allah

Categories: Transkrip

Pdt. Tumpal Hutahaean

Author: Gracelia Cristanti

Bitnami