Latest Post

Jadilah Visi-Ku (Be Thou My Vision)

Categories: Hymn Stories

Dengan puisinya yang indah, serta melodinya yang dinamis, teks himne Irlandia yang tak diketahui pengarangnya ini, dalam gaya Celtic yang aneh namun indah secara indah mengekspresikan keinginan dan hasrat terdalam dari hati orang Kristen. Walaupun baru dikenal dalam 50 tahun yang lalu, himne yang indah ini sudah ada sejak abad kedelapan.

Antara tahun 400 dan 700 sesudah Masehi, orang-orang Irlandia hidup dengan iman yang sungguh dalam Tuhan dan negerinya dikenal sebagai negeri yang sangat ingin mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Para penginjil Irlandia pergi mengkabarkan Injil kemana pun mereka pergi.

Beberapa pelajar percaya bahwa kata-kata dari himne ini adalah berasal dari orang yang bernama St. Patrick. St. Patrick lahir tahun 373 lahir di daerah yang sekarang dikenal dengan Skotlandia. Pada umur 16 tahun ia diculik oleh perompak dan dijadikan budak di Irlandia. Di sana dia menyerahkan hidupnya pada Yesus Kristus. Kemudian dia berhasil melarikan diri, namun tak pernah melupakan pengalaman ini. Pada umur 30 tahun dia kembali ke Irlandia dengan maksud mengabarkan Injil di sana. Sebagai hasil dari pelayanannya, lebih dari 200 gereja dibangun dan 100.000 orang bertobat dan dibaptiskan.

Lagu “Be Thou My Vision” tanpa ragu lagi berasal dari zaman dan daerah yang rindu untuk mengabarkan Injil, mengekspresikan keperluan yang tak habis-habisnya akan visi dari sorga, mengalami pemeliharaan Tuhan dan kehadiran-Nya dalam perjalanan hidup manusia. Melalui kata-kata dari himne ini, sang penulis menyatakan penghormatannya pada Tuhan melalui banyak titel yang menyatakan akan Dia:

Vision, Lord, Best Thought, Wisdom, Word, Great Father, Power, Inheritance, High King of Heaven, Treasure, Bright Heaven’s Sun, dan Ruler of All, dan banyak lainnya.

Syair ini pertama kali dimasukkan ke dalam sebuah karya yang berjudul Rob tu mo bhoile, a Comdi cride. Terjemahan Mary Bryne akan puisi kuno Irlandia ini menjadi prosa dalam Bahasa Inggris pertama kali dan muncul dalam Jurnal Erin, edisi kedua, yang diterbitkan pada tahun 1905. Kemudian prosa tersebut diuraikan menjadi bentuk bait oleh Eleanor H. Hull dan diterbitkan dalam terbitannya Poem Book of the Gael, pada tahun 1912. Tune yang digunakan, “Slane,” adalah melodi tradisional Irlandia dari kumpulan Patrick W. Joyce, Old Irish Folk Music and Songs, terbit pada tahun 1909. Penggabungan tune dengan teks himne ini diterbitkan dalam Irish Church Hymnal tahun 1919. Tune ini dinamai atas sebuah bukit, sepuluh mil dari Tara, di County Meath, dimana dikatakan tempat St.Patrick dulu menantang Raja Loegaire dan para pendeta Druid, dengan menyalakan api pada malam Paskah.

Meskipun melodi ini telah diharmonisasikan oleh berbagai musikus, seperti Norman Johnson, pada umumnya disarankan bahwa tune ini paling efektif ketika dinyanyikan dalam satu suara saja (unison). Mary Elizabeth Byrne dilahirkan di Dublin, Irlandia, pada tahun 1880. Ia menempuh pendidikan di University of Dublin dan menjadi seorang pekerja riset dan penulis bagi Board of Intermediate Education di kota asalnya. Salah satu pekerjaannya yang terpenting adalah kontribusinya kepada Old and Mid-Irish Dictionary dan Dictionary of the Irish Language.

Eleonor H. Hull dilahirkan di Manchester, Inggris, pada 15 Januari 1860. Ia adalah pendiri dan menjabat sebagai sekretaris Irist Text Society dan bertindak sebagai presiden Irish Literary Society, di London. Ia mengarang beberapa buku mengenai sejarah dan literatur Irlandia. Penulis tak diketahui lainnya menulis pemikiran yang penting di bawah ini mengenai pentingnya memiliki visi dalam hidup seseorang:

Sebuah visi tanpa tugas adalah mimpi;

Sebuah tugas tanpa visi adalah kebosanan;

Sebuah visi dengan tugas adalah harapan bagi dunia.

Sungguh, sikap visioner kita di sepanjang hidup seringkali menjadi perbedaan antara keberhasilan dan sedang-sedang saja. Satu peringatan dari sebuah kisah klasik tentang dua orang penjual sepatu yang dikirim ke pulau primitif untuk menentukan peluang bisnis di sana. Penjual pertama mengirim telegram, “Segera pulang. Tak seorang pun mengenakan sepatu di sini.” Penjual kedua merespon, “Segera kirimkan satu kapal penuh sepatu ke sini. Kemungkinan menjual sepatu di sini sangat tak terbatas.”

Semoga kita sebagai orang-orang percaya dilukiskan sebagai orang yang bervisi – “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah” – Ibrani 12:2.

Author: Lukman Sabtiyadi

Bitnami