Latest Post

Hormatilah Kristus Tuhan dalam hatimu

 

                Pagi ini kita akan masuk dalam eksposisi 1 Petrus 3 : 15, dan tema yang saya ambil yaitu “Hormatilah Kristus Tuhan dalam hatimu sebagai yang suci.” Jadi kita bukan saja mengakui Kristus adalah Tuhan, tetapi juga kita harus belajar menghormati Kristus yang adalah Tuhan dalam hati kita sebagai yang suci.

1 Petrus 3 : 15. 15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.

Terjemahan daripada English Standard Version (ESV): 15 but in your hearts regard Christ the Lord as holy, always being prepared to make a defense to anyone who asks you for a reason for the hope that is in you; Di sini lebih mengarah kepada bagaimana kita harus menghargai Kristus yang adalah Tuhan sebagai yang suci, dan kita diminta untuk selalu siap membuat satu pertanggungjawaban untuk setiap orang yang bertanya kepada kita dengan reason. Kalau tadi LAI mengatakan dengan kelemah-lembutan.

Yesaya 29 : 23 – 24. 23 Sebab pada waktu mereka, keturunan Yakub itu, melihat apa yang dibuat tangan-Ku di tengah-tengahnya, mereka akan menguduskan nama-Ku; mereka akan menguduskan Yang Kudus, Allah Yakub, dan mereka akan gentar kepada Allah Israel;  24 orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan orang-orang yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran.”

Matius 6 : 9. Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

                Apakah setiap orang yang mengaku Kristus sudah sungguh-sungguh menjadikan Kristus sebagai Tuhan dalam hatinya? Ini adalah satu pertanyaan paling dasar yang merupakan satu fondasi untuk menunjukan apakah kita sungguh-sungguh anak Tuhan yang memiliki iman dalam Kristus, atau hanya kita sekedar mengaku anak Tuhan tapi kita hidup jauh daripada Tuhan. Di sini kita diingatkan bagaimana seharusnya jemaat di perantauan yang mendapatkan kesulitan demi kesulitan, penderitaan demi penderitaan, mereka melihat itu semua sebagai privilege kepada mereka, karena di situlah mereka diminta untuk  membuktikan nilai ke-Tuhanan dalam hati mereka yang mempengaruhi seluruh sikap dan perbuatan mereka.

Yang kedua bagaimana mereka tahu sungguh-sungguh bahwa Kristus adalah Tuhan dalam hati mereka? Dan yang ketiga, di sinilah kita mengerti ujian yang sejati dalam kita menjadikan Kristus sebagai Tuhan dalam hati kita adalah di saat kita menghadapi kesulitan. Kalau kita men-Tuhankan Kristus saat kita sukses semuanya lancar itu gampang sekali, tapi kalau kita men-Tuhankan Kristus pada waktu seluruh hidup kita mendapatkan kesulitan, maka ini adalah pengujian iman. Di dalam bagian ini rasul Petrus mengajarkan kepada kita hal men-Tuhankan Kristus dalam hati kita sebagai pribadi yang suci, hanya bisa diuji ketika hidup kita mendapatkan penderitaan dan kesulitan, bahkan kegagalan. Masihkah kita menjadikan Kristus sebagai Tuhan di saat bisnis kita gagal? Masihkah kita bisa bersyukur dan menghormati Kristus sebagai Allah yang berdaulat di saat hidup kita mendapatkan sakit penyakit dan berbagai kesulitan? Hari ini kita akan belajar tentang hal ini.

Pembahasan.

Apa artinya menguduskan Kristus dalam hatimu? Apa artinya menghargai Kristus sebagai Tuhan dalam hati kita sebagai pribadi yang suci?

  1. Menjadikan Kristus sebagai Tuhan dalam hati kita. Hal ini langsung memberitahu kepada kita pada waktu kita men-Tuhankan Kristus dalam hati kita, itu berarti kita menjadikan Dia sebagai Juruselamat kita, dan kita beribadah kepada Dia senantiasa dalam seluruh kehidupan kita. Inilah artinya menguduskan Kristus dalam hati kita. Maka di sini kita melihat betapa pentingnya orang Kristen boleh sungguh-sungguh memiliki keteladanan yang membuktikan Kristus hidup dalam kehidupannya setiap waktu. Kita paling mudah men-Tuhankan Kristus dalam hati kita di saat kita berhasil, ketika semua jalur kesenangan kita terealisasi. Di sini kebalikannya justru karena kita dituntut pada waktu kita mungkin ada masalah, sakit dan penderitaan, kita tetap men-Tuhankan Kristus. Banyak orang ketika sakit justru sering meninggikan sakit penyakitnya. Ini ditunjukkan ketika dia sering men-sharingkan sakitnya kepada orang lain, minta belas kasihan kepada orang lain dan pengertian. Jadi pada saat itulah dia sedang mentuhankan penyakitnya, tapi dia tidak men-Tuhankan Tuhan yang hidup, berdaulat, dan yang mengijinkan akan sakit penyakit itu ada.

Di sinilah apa artinya kita menguduskan Kristus dalam hati kita yaitu untuk hidup jujur, hidup terbuka, hidup apa adanya. Jadi jikalau engkau menutupi segala sesuatu supaya engkau dilihat baik dan dengan sengaja mempertontonkan akan sakit penyakitmu, masalahmu, penderitaanmu, hobimu, saat itulah kita tidak menguduskan Kristus dalam hati kita. Di sini rasul Petrus ingin mengajarkan kepada kita, yaitu Tuhan-kanlah Kristus dalam hatimu sebagai pribadi yang suci. Jadi dalam event apapun juga milikilah satu nilai kejujuran, yang penting adalah Allah dipermuliakan; bukan penderitaanmu atau bahkan bukan keberhasilanmu. Di sini kita belajar, kita sering jatuh dalam dosa karena tidak menguduskan Kristus dalam hati kita. Maka kita diajarkan untuk mengkaitkan keberhasilanmu dengan Tuhan, penderitaanmu dengan Tuhan. Dia adalah Tuhan yang berdaulat.

  1. Beribadah kepada Tuhan dengan hati yang takut akan Tuhan (syukur). Yang sesat akan mendapat pengertian dan yang sungut-sungut akan menerima pengajaran. Perhatikan bagian ini, di dalam bagian Alkitab ini ketika kita diberikan satu arti menguduskan Kristus dalam hati kita, itu berarti kita sedang beribadah kepada Tuhan saat kita bekerja, dan melalui daripada setiap kegiatan kita itulah kita menguduskan Kristus. Kita tidak pernah lepas dari memiliki hati yang takut akan Tuhan, yang bersyukur setiap saat dalam situasi apa pun juga. Bahagia yang sejati bukan tergantung dari apa yang kita lihat, apa yang kita rasa, tapi kebahagiaan yang sejati adalah di dalam hati sanubari kita yang terdalam, di mana selalu bisa bersyukur untuk apa yang kita lihat, rasakan, dan nikmati. Di situlah baru kita mengerti, kebahagiaan bukan tergantung daripada nilai ekstrinsik, yang dari luar yang menentukan kita berharga; tetapi kebahagiaan dalam nilai syukur yang terdapat di dalam hatimu yang terdalam. Menjadi pertanyaan, bagaimana seseorang punya hati yang bersyukur dan bisa menikmati yang dia bisa lihat dan bisa dihadapi.

Alkitab mengatakan di dalam Filipi jikalau engkau men-Tuhankan Kristus secara total dan mengakui seluruh nilai kedaulatannya, maka kita akan bisa bersukacita setiap saat. Itu berarti memberitahu kepada kita satu hati yang bersyukur kepada Tuhan, nilainya adalah seberapa jauh engkau men-Tuhankan Kristus dalam hatimu, dan sampai berapa jauh firman Tuhan menguasai akan seluruh hati dan pikiranmu. Di situlah baru kita bisa mengucap syukur senantiasa. Di sini kita belajar jangan cepat-cepat menyalahkan Tuhan, ini adalah maksud daripada rasul Petrus kepada pembacanya. Jikalau engkau sudah hidup baik tapi akhirnya engkau mendapatkan penderitaan, itu adalah suatu kebahagiaan, oleh karena itulah kuduskanlah Kristus dalam hatimu, muliakan dia berkaitan dengan ibadahmu. Jadi disitu kita diajarkan jangan marah kepada Tuhan, jangan sungut-sungut kepada Tuhan, nanti engkau akan lihat syukurmu melalui pekerjaan Roh Kudus yang berjanji akan menyatakan bahwa Tuhan itu besar.

Di sini kita melihat ketika kita bisa mengucap syukur karena dalam konteks Yesaya yang tadi kita baca, orang sesat akan mendapatkan pengertian, orang yang sungut-sungut akan menerima pengajaran. Di dalam bagian ini kita bisa mengerti, kalau kita sungut-sungut dalam menghadapi masalah, itu tidak bisa membuat orang yang tidak kenal Tuhan berbalik mengenal Tuhan. Tetapi kalau hati kita penuh dengan syukur, maka itu nilainya adalah ibadah kepada Tuhan. Bahkan orang yang tidak mengenal Tuhan dapat dikembalikan kepada Tuhan. Bagaimana bisa orang yang bersungut-sungut bisa punya hati yang bersyukur kepada Tuhan? Karena mereka menerima kedaulatan kasih Tuhan. Artinya adalah ketika kita menguduskan Kristus dalam hati kita, dengan penuh hormat kita menyatakan engkau adalah Tuhanku, Engkau adalah Juruselamatku, Engkau sebagai pribadi yang suci, dan kita akhirnya bisa menerima kedaulatan Tuhan yang sudah mengatur alam semesta dan hidup kita yang ada di bumi ini. Kedaulatan Tuhan yang boleh mengijinkan setiap peristiwa terjadi dalam kehidupan kita dan membimbing kita dengan kasihNya. Itulah yang akhirnya membuat kita mengerti apa artinya menguduskan Kristus dalam hati kita.

Dalam sikap kita beribadah kita memiliki ucapan syukur, dan di dalamnya karena kita punya fondasi yaitu kita menerima kedaulatan Tuhan. Di sini berarti yang diajarkan oleh rasul Petrus ketika kita menguduskan Kristus dalam hati kita berarti kita mengakui kedaulatan Tuhan dan kita selalu membuka tangan untuk memohon belas kasihan Tuhan agar boleh memelihara iman kita di saat-saat yang sulit supaya kita bisa melewatinya sebagai pemenang dalam Tuhan.

Bagian yang kedua, setelah rasul petrus mengatakan bagian itu, dia kemudian mengatakan kepada kita untuk selalu siap memberikan pembelaan iman (Apologia) dan bukan “minta maaf” jika diartikan secara harafiah dari kata bahasa Inggris apology. Sebetulnya kata ini secara hakekat dalam bahasa Yunani (apologia) berarti defense of faith, mempertahankan apa yang kita percayai dengan rasional, dengan lemah lembut dan respect kepada orang. Apa yang kita percayai tentang kebenaran itulah yang perlu kita lakukan pembelaan, ketika ada pertanyaan tentang imanmu. Orang bisa bertanya: “Kenapa engkau mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat?” Disini kita harus bisa menjelaskan bahwa saya mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara Pribadi karena aku menyadari aku adalah orang berdosa, aku orang yang hina, aku adalah orang yang layak dihukum, tetapi ketika aku mengerti ketidakberdayaan dan kehancuran aku, bahkan melihat diriku sebagai pendosa yang paling besar, upahnya adalah maut. Maka ketika aku frustasi dengan hidup ini aku melihat kekosongan hidup ini maka aku boleh mengerti hidupku ternyata punya pengharapan dalam Yesus Kristus yang pada waktu dia hadir di dunia dengan berinkarnasi, membuktikan Dia adalah Allah yang suci, Allah yang mati dan bangkit pada hari yang ketiga, di situlah saya bisa menemukan Dia adalah Juruselamatku, pengampun dosa-dosaku, pemegang daripada seluruh pengharapan hidupku.

Disini kita dingatkan apa artinya kita berapologetika? Apa artinya ketika melakukan pembelaan iman? Minimal yang paling dasar ceritakanlah secara substansi kenapa engkau menjadi pengikut Kristus yang sejati. Jangan karena alasan engkau lahir daripada keluarga Kristen, ada di dalam budaya dan lingkungan Kristen, tetapi ketahuilah bahwa engkau sadar engkau orang berdosa, dan ceritakanlah siapa pengampun daripada dosamu, yaitu Kristus Tuhan dan Juruselamat kita secara Pribadi.

Apalagi yang perlu kita pertahankan, apalagi yang perlu kita bela? Yaitu kesaksian hidupmu. Banyak orang yang mengaku Kristen pada waktu diminta nilai hidupnya didemonstrasikan tidak berani, kompromi, kita jangan sampai kita kompromi iman kita hanya karena penderitaan. Jadi pada waktu engkau tetap bertahan dan kuat dalam penderitaan, sehingga orang bertanya kenapa engkau tetap teguh tentang keimananmu; ceritakanlah arti Kristus dalam hidupmu.

Matius 10 : 17 – 20. 17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.  18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.  19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Ayat ini memberitahu kepada kita, kita tidak pernah tahu kapan kita mengalami satu kesulitan demi kesulitan, tetapi pada waktu engkau mendapatkan penderitaan, penyesahan, tekanan dan diminta untuk melakukan pertanggung-jawaban, ingat bagian yang pertama engkau harus berdoa kepada Tuhan dan kuduskanlah Kristus dalam hatimu dan jangan engkau mengandalkan penguasa, pemerintah, nama-nama seseorang, tapi andalkanlah Tuhan. Saat itulah engkau akan mendapatkan pertolongan Allah Roh Kudus yang akan memampukan kita berbicara.

Hormatilah Kristus Tuhan dalam hatimu

Categories: Transkrip

Author: gracelia Christanti

Bitnami