Latest Post

                                Hidup Mengandalkan Tuhan

                                                                     Pdt. Tumpal Hutahaean, M.A.E

 

Yeremia 9:23-24, Lukas 12:16-21.

Dalam Yeremia 9:24 dikatakan “Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Ku sukai, demikianlah firman TUHAN.” Tahun 2011 ditandai dengan satu perubahan yang dahsyat dengan jatuhnya pemimpin-pemimpin besar dunia yang mereka pikir dengan kekuatan, kekuasaan dengan kehandalan mereka bisa mengatur segala sesuatu dan mereka tetap bisa eksis. Ternyata di tahun 2011, pemimpin-pemimpin besar tersebut jatuh. Aspek pertama, kita melihat tidak ada manusia yang abadi di dalam kekuasaannya, kekayaannya, dan kepopulerannya. Aspek kedua, kita melihat Tuhan bukan saja menjatuhkan setiap orang-orang yang angkuh, congkak dan tamak tetapi Tuhan juga mempertontonkan orang-orang di dalam seluruh kekuasaannya untuk menutupi semua dosa dan akhirnya lengser. Mungkinkah manusia hidup terjebak dengan kekuasaan dan kekayaan? Mungkin, maka ketika kita melihat semua dalil-dalil hidup ini kita harus mengerti manusia memiliki banyak pengetahuan tetapi terkadang hanya manusia di dalam Tuhan yang memiliki pengetahuan dengan iman yang sejati. Orang dunia memiliki pengetahuan tetapi belum tentu mempengaruhi hidupnya. Kita juga melihat bagaiamana ternyata Indonesia sendiri pada tahun 2011, di dalam catatan media, merupakan tahun kebobrokan dan kehancuran kekuatan hukum karena banyak kasus yang menimpa dan mengenai rakyat kecil ternyata mereka semuanya kalah. Benarkah kekuatan hukum hanya dekat dengan orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan? Kita harus berdoa syukur dengan diikuti gerakan pembaharuan bagi indonesia. Gerakan secara besar untuk negara kita ini supaya mereka sadar bagaimana memimpin negara sesuai dengan Roma 13 yang menegakkan keadilan dan kebenaran untuk kesejahteraan rakyat.

Kita harus memiliki satu nilai target rohani bagaimana seharusnya kita hidup di tahun 2012. Kita tidak perlu takut dengan ancaman tetapi kita takut jikalau Tuhan tidak beserta kita. Apakah pengertian Imanuel itu “Allah beserta kita” hanya begitu saja? Tidak. Situasi umat yang percaya pada saat itu tidak percaya lagi akan penyertaan Tuhan dan bahkan tidak percaya lagi bahwa Tuhan itu hidup. Agama kehilangan spiritnya, pemerintah kehilagan kekuatannya, pemuka-pemuka agama tidak punya lagi satu aspek keteladanan untuk menghadirkan Tuhan. Maka di situlah akhirnya Tuhan memberikan satu penekanan yaitu Yesus yang disebut Imanuel. Betapa pentingnya 2012 kita jalani dengan sikap yang sadar Allah turut bekerja dalam kehidupan kita. Maka kita belajar bagaimana Yeremia di tengah-tengah konteks umat Tuhan yang tidak lagi mengandalkan Tuhan, tidak lagi percaya akan pimpinan Tuhan, tidak percaya lagi akan kekuatan Tuhan dan yang tidak percaya dengan pertolongan Tuhan, dia harus berkata bagaimana seharusnya kita terus memahami dan mengenal Tuhan dalam kasih setia, keadilan dan kebenaran-Nya. Hal inilah yang harus kita kejar dan andalkan untuk bagaimana kita hidup berani mengkoreksi diri sampai sejauh mana pengenalan kita akan Tuhan di dalam kasih setia-Nya, keadialan-Nya, dan kesetiaan-Nya.  Kita diingatkan untuk tidak bermegah karena kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan. Manusia dalam hati nurani yang terdalam diberikankemampuan oleh Tuhan bisa memilahkan antara kepentingan diri, kenikmatan diri, kepuasan diri dengan menegakkan satu kebenaran untuk kepuasan rakyat dan kepuasan sejarah secara global. Maka jikalau kita menjadi orang Kristen secara hati nurani kita sudah disucikan dan dibentuk oleh Tuhan kita masih tidak bisa dimampukan oleh Tuhan bisa membedakan antra kesenangan dan kepuasan secara pribadi maka terbukti kalau kita adalah orang yang tidak mengenal Tuhan. Alkitab berkata dalam Lukas 12:15 “berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan.” Injil Lukas banyak mengkritik orang yang mengandalkan kekayaan. Kalau orang yang berjaga-jaga perlu tahu siapa lawan dan siapa kawan. Orang yang disebut berjaga-jaga adalah full conscience (kesadaran penuh) supaya tidak terjebak dan terjatuh karena musuh. Selain itu, orang yang berjaga-jaga diperlukan satu kekuatan fisik, iman dan mental. Dalam doktrin bela tentara negara seorang tentara tidak bisa meninggalkan tempatnya hingga dia meninggal. Lukas mengatakan “berjaga-jagalah.” Kita harus sadar kalau kita tidak bisa berjaga-jaga maka spiritual yang kita miliki bisa mati oleh karena aspek harta dan kekuasaan. Tidak sedikit orang kehilangan hati nurani (hati nurani mati) karena uang dan keangkuhan hidupnya.

                Jikalau kita sungguh-sungguh anak Tuhan, kita sudah diurapi oleh Roh Kudus dan sungguh-sungguh percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita tidak mungkin dikuasai dengan segala ketamakan. Kita percaya bagaimana seharusnya kita memiliki kepekaan. Dalam Lukas 12:16-21, Yesus menceritakan satu perumpamaan lagi kepada kita, mengenai orang yang melihat dirinya begitu sangat sukses dan sangat berhasil sampai dia akhirnya berkata kepada dirinya sendiri dan menyatakan kesombongan “apakah yang harus aku perbuat sebab aku tidak mempunyai tempat dimana aku dapat menyimpan hasil tanahku.” Konteks pada saat itu adalah siapa yang bisa menghasilkan agrobisnis dari pertanian maka dia adalah orang kaya dan di situ dia berkata kepada jiwanya “sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku, jiwaku ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya. Beristirahatlah, minumlah, dan bersenang-senanglah.” Jikalau ada orang yang bisa berkata kepada jiwa maka dia egois dan bersifat antroposentris. Hidup untuk dirinya sendiri dan tuhan untuk dirinya adalah kenikmatan, kepuasan, dan dirinya sendiri maka dia bisa berkata demikian. Maka orang kaya yang memiliki banyak harta dan ketika mengalami resesi apakah mungkin jiwanya tenang? Belum tentu, karena kenyamanan jiwa kita ada di Mazmur 23 bagaimana kita mengerti Tuhan kita adalah gembala yang baik dalam situasi apapun kita akan dipelihara, disertai dan ditolong. Bagaimana kita bisa seperti ini karena ada iman. Di sinilah kita melihat akhirnya dalam Lukas 12:20 Tuhan Yesus berkata “hai engkau orang bodoh pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu dan apa yang telah kau sediakan untuk siapakah itu nanti. Demikianlah jadinya orang-orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri jikalau dia tidak kaya di hadapan Allah.”Di sinilah kita belajar, orang bodoh itu gagal melihat Tuhan di balik hartanya, kesuksesannya dan keberhasilannya. Maka mari tahun 2012 ini kita melihat Tuhan di balik kekuatan , kesukesan, dan bahkan dalam kegagalan kita. Kita berhasil bisa melihat kebesaran Tuhan dalam segala hal. Waktu kita gagal, kita bisa bersyukur melihat pertolongan Tuhan maka kita adalah orang yang kaya di dalam Tuhan.Firman Tuhan dalam Matius 6:33 mengatakan “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Semua harus meningkat untuk kemuliaan Tuhan sehingga semangat perjuangan kita adalah suatu yang suci adanya karena bukan untuk diri tetapi untuk kemuliaan Tuhan.

                Mengapa orang itu disebut bodoh oleh Tuhan Yesus? karena tidak peka akan kebutuhan orang lain. Tidak peka akan Gereja Tuhan. Gereja yang hidup adalah gereja yang peka untuk setiap umat Tuhan di tempat ini yang ada dalam kesulitan. Maka mengapa ada dana diakonia di gereja kita karena diperuntukkan untuk memberkati jemaat kita yang ada dalam kesulitan. Memberkati seluruh umat Kristiani di seluruh dunia terutama di Indonesia sendiri yang memiliki kesulitan akan kita bantu. Pertama, kalau kita disebut adalah orang yang kaya di hadapan Alalh karena kita terus mau mengerti Tuhan di dalam kasih setia-Nya, keadilan-Nya, dan kebenaran-Nya sehingga kita tidak pernah terhalang melihat Tuhan hanya karena harta atau keberhasilan. Kedua, kita harus sadar bahwa semua yang kita dapatkan bukan hanya untuk diri tetapi pusatnya adalah untuk memberkati orang lain di sekitar kita dan khususnya juga diarahkan untuk kemuliaan Tuhan. Ketiga, kalau kita sudah berhasil, semuanya itu harus dikembalikan untuk Tuhan dan akhirnya kita akan menjadi orang-orang yang sungguh mengerti apa artinya hidup. Yakobus 4:1&4 berkata “kamu orang-orang yang tidak setia” diajarkan di situ bagaiaman kita harus sadar. Yakobus mengatakan supaya kita jangan disebut orang yang tidak setia karena kita hidup terus tidak mengenal Tuhan. Mari kita memohon dan berdoa supaya hidup kita di tahun 2012 terus melihat pemeliharaan Tuhan sehingga kebanggan diri kita hanya karena melihat Tuhan menyertai kita.

 

Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbahLG.

Hidup Mengandalkan Tuhan

Categories: Transkrip

                          Pdt. Tumpal Hutahaean, M.A.E
Author: gracelia Christanti

Bitnami