Latest Post

Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN (Ulangan 8:3)

Mengapa Allah merendahkan hati umat-Nya, membiarkan mereka lapar, dan memberi mereka makan manna yang tidak mereka kenal? Allah ingin umat-Nya mengerti bahwa manusia hidup bukan dari makanan jasmani saja tetapi manusia hidup dari Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah makanan bagi jiwa kita setiap hari. Bangsa Israel diajarkan untuk mengambil manna setiap hari. Tuhan tidak membuat manna yang diberikan-Nya bertahan sampai bertahun-tahun. Tuhan bisa saja membuat makanan yang tidak bisa kedaluwarsa, namun tujuan Tuhan bukanlah sekadar memberikan makanan untuk memuaskan perut umat-Nya. Tuhan ingin umat-Nya bergantung pada Tuhan setiap hari.

Hanya orang yang punya kerendahan hati-lah yang bergantung pada Tuhan. Inilah mengapa Allah berkenan kepada mereka yang rendah hati. Kerendahan hati bukan hanya berbicara mengenai tidak menyombongkan kemampuan, kekayaan, dan lainnya. Kerendahan hati pertama-tama berbicara mengenai kebergantungan pada Allah.

Apa salah satu tindakan nyata dari orang yang rendah hati (bergantung pada Allah)? Orang yang rendah hati akan mencari Firman-Nya setiap hari. Ia akan merenungkan Firman-Nya siang dan malam (Mazmur 1:2). Orang itu sadar bahwa hidupnya adalah karena makanan rohani dan tidak hanya makanan jasmani.

Pertanyaan renungan: Sadarkah kita bahwa kita hidup karena Firman Tuhan? Apakah kita cukup rendah hati untuk mau mencari Firman-Nya setiap hari? Bisakah kita bersyukur ketika Tuhan menempatkan kita pada situasi di mana kita direndahkan sehingga kita sadar bahwa kita harus bergantung pada Tuhan?

Bitnami