Latest Post

Soli Deo Gloria

Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th.

Bacaan alkitab: Roma 11:36; 1 Korintus 10:31; Wahyu 1:6; 1 Petrus 4:11.

Hari ini saya akan berbicara tentang Soli Deo Gloria, Glory to God Alone.

Pendahuluan

Mengapa manusia lebih suka dipuji dan suka dipermuliakan?

Di Indonesia ada orang yang dianggap sukses didalam satu keberhasilan bisnis, jabatan dan segala sesuatu, maka dipanggilnya ‘Yang Mulia.’ Dari sini kita tahu manusia suka sekali dipanggil orang yang sangat tinggi, manusia suka sekali dipanggil orang yang terhormat, orang yang agung. Di sini kita paling tidak suka jikalau kita dipanggil seperti orang yang biasa-biasa saja. ada apa dibelakang itu? Nanti kita akan kupas bersama-sama.

Apa yang menyebabkan manusia bisa lebih fokus pada dirinya sendiri (ambisi: pekerjaan, usaha, hobi, dll)?

Pertanyaan saya bolehkah kita fokus pada diri sendiri? Kita boleh fokus untuk diri tapi harus punya nilai relasi. Kenapa demikian? Karena salah satu sumbangan teologi Martin Luther adalah Martin Luther membangun konsep human relation berkaitan dengan manusia dengan manusia. Bagaimana laki-laki dan wanita, laki-laki dengan anak, wanita dengan anak, berkaitan juga dengan pemerintahan, masyarakat, semua sudah dibangun oleh Martin Luther. Hal ini mengingatkan kepada kita human relation itu sangat penting. Maka pada waktu engkau fokus dengan diri hati-hati engkau bisa mentuhankan dirimu dalam kenikmatan, dalam setiap apa yang ingin engkau capai, untuk akhirnya setelah dicapai engkau puas, engkau puji diri, waktu engkau gagal engkau putus asa.

Ada sesuatu yang penting berkaitan dengan Martin Luther, bagaimana dia belajar tidak boleh lagi egois. Kenapa demikian? Karena kita tahu Martin Luther pernah terkaget-kaget. Kenapa dia terkaget-kaget? Karena Martin Luther itu kalau sudah mempersiapkan firman seperti dia lagi single, tidak boleh diganggu sampai 3  hari lebih. Maka dia kunci kamar untuk belajar. Setelah menikah dia sudah lupa dia punya Katherina (istrinya) dan punya anak. Singkat cerita pada waktu dia pulang ke rumah dia kaget karena pintu kamar belajarnya hilang. Bukan cuma pintu yang hilang, tetapi engsel-engselnya pun ikut hilang. Lalu dia bertanya kepada Katherina kemana pintu itu? Jawab Katerina: ‘Saya copot.’ Kenapa engkau copot? Supaya saya senantiasa bisa bertemu dengan engkau. Kenapa? Karena engkau begitu egois, engkau mempersiapkan firman, mempersiapkan lagu hymne dan segala sesuatu, kamu berhari-hari tidak bertemu dengan kita, hanya minta dianterin makanan, padahal kami pun butuh berelasi dengan engkau. Saat itu dia baru tahu manusia kalau sudah menikah, ingatlah dirimu bukan punya dirimu sendiri, tetapi juga milik pasanganmu, dan engkau tidak boleh beranggapan dirimulah yang paling utama, yang lain tidak utama, firman pun yang engkau pelajari perlu direlasikan.

Mengapa gereja pada jaman para Reformator telah kehilangan “Spirit Kemuliaan bagi Allah”?

Ini adalah sesuatu renungan, ini adalah sesuatu yang perlu kita pikirkan dalam-dalam, tema ini jadi penting kalau kita mengerti latar belakang pada saat itu.

Bagaimana kita tahu bahwa seseorang sudah hidup bagi KEMULIAAN TUHAN?

Bukan untuk kemuliaan diri, bukan untuk kemuliaan usahanya, bukan kemuliaan berkaitan dengan keluarganya.

Mari kita lihat latar belakang kenapa tema ini menjadi penting.

Bagian yang pertama, Gereja adalah komunitas orang beriman. Gereja adalah komunitas orang suci yang sudah dipanggil Tuhan, disatukan di dalam ikatan Kristus, di dalam diri kita pribadi lepas pribadi. Kita adalah gereja ketika kita bersatu dalam komunitas organisasi. Gereja kita adalah anggota tubuh Kristus, kita adalah communion, kita harus punya nilai persekutuan untuk menggenapkan kehendak Tuhan. Jadi panggilan gereja secara pribadi, panggilan gereja secara tubuh Kristus dalam organisasi yang pertama adalah menyatakan kemuliaan Tuhan. Tetapi pertanyaan kita apa yang terjadi dari mula-mula gereja abad 13 sampai dengan abad 17 pada saat itu, khususnya sampai abad 16? Kita tahu gereja pada saat itu menyatakan kemuliaan pada kekuasaan, dan kita tahu bagaimana Paus boleh memberikan perintah untuk berperang melawan kerajaan-kerajaan untuk ditaklukan untuk mereka akhirnya ikut menjadi bagian dari Vatikan. Jadi mereka diizinkan memakai pedang, panah, bala tentara untuk menaklukan setiap daerah-daerah supaya Vatikan memiliki kekuasaan yang begitu sangat besar. Setelah itu kita tahu pada waktu zaman Martin Luther menyatakan akan reformasi, Paus pada saat itu sangat memperkaya diri dengan sangat luar biasa, dan mungkinkah Paus-Paus yang lain demikian? Mungkin. Dan juga tercatat dalam sejarah orang yang ingin menjadi Pastur pun harus nyogok. Ini berarti menunjukan kepada kita orang-orang yang pada saat itu mengaku hamba Tuhan tapi terikat dengan harta. Setelah itu kita lihat gereja pada saat itu memuliakan Paus, kalau Paus lewat itu luar biasa mistiknya, bahkan apapun yang dikatakan Paus itu punya nilai kemuliaan, mereka aminkan dan mereka nyatakan itu sungguh-sungguh benar. Di situ kita tahu gereja sudah menyeleweng, tidak menyatakan kemuliaan Tuhan, tetapi menyatakan kekuasaan gereja, dan menyatakan Paus sama seperti dengan rasul, tidak ada kesalahannya.

Yang kedua, Gereja dipanggil untuk berpusat kepada Allah Tritunggal. Kita tahu pusat perintah Allah Tritunggal yaitu Penginjilan, Allah Bapa mengutus Allah Anak, Allah Bapa dan Allah Anak mengutus Allah Roh Kudus untuk menyatakan kebenaran, untuk menghakimi dunia dari keberdosaan, memimpin orang-orang berdosa untuk kembali kepada Tuhan. Itulah pekerjaan dari Allah Roh Kudus. Di sini berarti kita mengerti, gereja harus menginjili, jikalau gereja tidak menangisi orang berdosa untuk kembali kepada Tuhan, gereja itu tersesat, jikalau gereja tidak memimpin orang yang sudah diinjili dengan kebenaran, memberikan pertumbuhan iman, gereja itu tersesat.

Apa yang terjadi pada saat itu? Yang terjadi pada saat itu gereja berpusat pada manusia. 3 hierarki: Paus, pastur, imam. Maka pada waktu mereka memiliki jabatan yang begitu hebat, gereja berpusat kepada yang katanya hamba-hamba Tuhan ini, dan hamba-hamba Tuhan ini tidak mengajar kebenaran, tidak membawa orang-orang berdosa untuk kembali kepada Tuhan, dan tidak memimpin mereka berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Dan pada sat itu organisasi kevatikanan seperti organisasi kerajaan, dan apapun yang dikatakan Paus itu adalah sesuatu yang mutlak, jadi mereka harus jalankan itu semua. Jadi di sini kita melihat gereja dalam konteks abad 13 sampai dengan abad 16, sampai dengan abad 17 masih mengalami satu nilai kekeroposan rohani dan mengalami pergeseran iman.

Yang ketiga, panggilan gereja adalah menyatakan keselamatan hanya melalui Yesus Kristus. Tidak ada keselamatan lain di luar dari Kristus, itu kata Alkitab. Maka menjadi pertanyaan kita, apakah ini menunjukan gereja sombong? Tidak. Karena memang hanya pribadi Yesus Kristus yang bisa memenuhi syarat sebagai penebus sejati untuk dosa-dosa kita. Kita ini berdosa, kita akan dihancurkan dalam seluruh kehancuran kita, maka yang bisa memberikan kita potensi kekekalan hanya Sang Kekal itu, Yesus Kristus yang datang daripada kekekalan, masuk dalam kesementaraan, untuk membawa kita menuju lagi kekekalan, dan Pribadi itu yang layak dan yang memang bisa memenuhi syaratnya hanya satu yaitu Yesus Kristus. Di sini berarti menunjukan kepada kita keselamatan itu anugerah, jikalau ada keselamatan melalui tradisi gereja, melalui pembelian surat pengampunan atau indulgensia itu adalah membuktikan pada saat itu gereja sudah bergeser dari inti siapakah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Di sini maka kita melihat ini kebahayaan yang sangat besar. Dan tema Soli Deo Gloria itu mengingatkan kepada kita bagaimana kemuliaan hanya diberikan bagi Tuhan.

Disini saya melihat arti kata ini, dan tiga bagian ini langsung saya tampilkan.

Di sini kita bisa melihat Soli Deo Gloria ini mengingatkan kepada kita hanya Allah saja yang memiliki kemuliaan, jadi kita tidak bisa mengatakan manusia bisa menghasilkan kemuliaan. Setan untuk sementara waktu bisa memberikan kemuliaan itu. Dan kita lihat pada waktu Yesus dicobai di padang gurun Yesus diminta setan untuk mengubah batu menjadi roti. Setelah itu Yesus diajak ke bumbungan bait Allah dan diminta untuk menjatuhkan diri, dan di situ Tuhan Yesus mengatakan kita tidak boleh mencobai Tuhan Allah. Bagaimana dengan yang dikatakan didalam Wahyu? Di Wahyu dikatakan di zaman akhir ada orang-orang sukses, ada orang-orang kaya, ada orang berhasil yang dihakimi lebih dahulu. Kenapa demikian? karena mereka kayanya, keberhasilannya, suksesnya datangnya daripada setan. Ini berarti menjelaskan kepada kita bahwa kekayaan, kesuksesan, kesehatan bisa diberi oleh setan. Di dalam bagian ini kita diingatkan bahwa hanya Allah saja yang memiliki kemuliaan, maka gabungkanlah dignity-dignitymu, martabatmu kepada kemuliaan Tuhan, nanti dengan sendirinya kemuliaan itu terpancar. Kita melihat pada waktu Musa bertemu dengan Tuhan untuk bagaimana Musa menantikan sepuluh perintah Allah itu ditulis, dicatat dengan jelas setelah Musa turun dari gunung itu, wajahnya penuh dengan kemuliaan. Jadi kemuliaan tidak perlu pakai jalur meditasi.

Yang kedua, segala kemuliaan hanya bagi Allah dan milik Allah. Jadi jangan sampai kita menyatakan kemuliaan ini ada di dunia manusia, kemuliaan ini tidak bisa diberikan oleh manusia. Segala kemuliaan dikembalikan kepada Tuhan, dan itu adalah milik Tuhan, jadi kalau Tuhan memberi engkau kekuatan, kekuasaan, kesehatan, semuanya itu adalah anugerah, kembalikanlah semuanya itu sebagai rasa syukur untuk menyatakan kemuliaan Tuhan. Tidak ada pemimpin di dunia ini yang abadi, tidak ada manusia yang cantik dan tampannya abadi, semua akan dimakan oleh waktu, semua akan mengalami penurunan. Di situlah kita diingatkan bagaimana sikap hati yang benar berespon terhadap kemuliaan Tuhan. Kita harus memanfaatkan setiap waktu, memanfaatkan setiap kesempatan, memanfaatkan setiap kedudukanmu, keberhasilanmu untuk kemuliaan Tuhan.

Yang ketiga, spiritnya adalah kita harus masuk dalam sikap ibadah. Jadi pada waktu engkau mungkin diizinkan dalam kesulitan itu juga anugerah, waktu engkau diizinkan masuk dalam penderitaan dan mungkin pergumulan begitu sulit, itupun anugrah, dan pada waktu engkau mulai bisa bangkit itupun anugrah.

Bagaimana kita bisa menyatakan hidup kita bagi kemuliaan Tuhan? Bawalah semua dengan sikap beribadah, sehingga pada waktu engkau kaya, engkau tidak mencuri kemuliaan Tuhan karena engkau kaya, waktu engkau berhasil engkau tidak mencuri kemuliaan Tuhan melalui keberhasilanmu, pada waktu engkau tidak berhasil pun, jangan engkau menghancurkan diri seperti mengatakan Tuhan tidak ada. Kita sedang sekolah iman, tugas kita adalah selalu setia beribadah kepada Tuhan, dan jangan menganggap Tuhan kemuliaan-Nya sedang pudar dalam diri kita. Kita sedang dilatih untuk kita punya mutiara iman, dan mutiara iman itulah kemuliaan kita. Jadi di sini setiap kita harus sadar, kemuliaan kita yang paling sejati adalah ketika iman kita bersinar dalam kesulitan, keterbatasan, dan didalam setiap periode-periode sulit kita tetap mengutamakan Tuhan, engkau tetap beribadah kepada Tuhan, itulah yang menandakan engkau ada kemuliaan Tuhan.

Mengapa hanya Allah yang menerima kemuliaan?

1.Di dalam Alkitab dikatakan Allah yang kita sembah adalah Allah yang cemburu. Didalam hukum dikatakan didalam sepuluh perintah Allah tidak boleh ada Allah yang lain, ini berarti menunjukan kepada kita Tuhan sudah punya satu ketetapan untuk kita menyatakan kemuliaan hanya bagi Allah. Dialah pencipta segala yg ada di dunia ini. Segala sesuatu berasal dari Dia & berada dalam kuasa kedaulatanNya. Segala sesuatu dicipta oleh Tuhan, dan kekuasaan apapun kekayaan semua berasal daripada Tuhan, semua ada dalam kedaulatan Tuhan. Apa artinya ini? Artinya waktu kita ada karena Tuhan, dan kalau kita berhasil itupun karena Tuhan. Dan apakah keberhasilan kita akan tetap? Tergantung anugerah Tuhan, karena Tuhan yang memiliki kedaulatan. Kedaulatan Tuhan mengingatkan kita segala sesuatu dalam kekuasan Tuhan bisa berubah, jadi jangan main-main dengan kekuasaan Tuhan, kembalikanlah semua kepada Dia sang pemilik kemuliaan itu.

 2. Allah layak dimuliakan karena hikmat kebijaksanaan-Nya  yang  luar biasa. Hikmat Allah itu nampak dalam cara-Nya mengatur dan memelihara seluruh ciptaan-Nya. HikmatNya juga nampak dalam rencana dan karya keselamatan yang dibuat dan dikerjakan-Nya. Roma 1 – 11 berbicara Tuhan memilih kita sebelum kita ada, dan bagaimana Allah menggenapkan keselamatan melalui karya daripada Allah Tritunggal kita diselamatkan, kita dimateraikan oleh Roh Kudus sampai bagaimana karya Allah bekerja memelihara, menguduskan kita oleh Firman, sampai kita boleh terus disertai Tuhan untuk kita boleh terus bisa berkemenangan bagi Tuhan. Rasul Paulus

mengkaitkan teologi Soli Deo Gloria, didalam pasal  1 – 11 maka didalam ayat 36 dia mengkaitkan semuanya itu dengan nilai kemuliaan Tuhan. Ini berarti menunjukan kepada kita bahwa hikmat Tuhan melampaui akal dan pikiran kita.Mari kita lihat apa yang dikatakan rasul Paulus berkaitan dengan poin yang kedua ini.

Mari kita sama-sama membaca Roma 11: 33 – 36. , alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Paulus pun mengatakan Allah pikiran-Nya tidak terselami, keputusan, kebijaksanaan-Nya sulit untuk kita pahami, tetapi satu hal yang kita tahu semua keputusan, pikiran Tuhan tidak akan mengecewakan kita, tidak akan mempermalukan kita, maka layaklah jika kita mengembalikan segala kemuliaan hanya bagi Dia.

3. Allah layak dimuliakan karena kasihNya yang begitu besar kepada kita hingga Dia rela menyerahkan PutraNya yang tunggal untuk mati menebus kita, (Yoh 3:16). Hadiah apa yang terbesar yang pernah kita dapat? Bukan uang, barang, rumah, ataupun deposito daripada orang tua kita, tetapi hadiah yang terbesar yang melampaui daripada uang di dunia ini adalah pada waktu Allah Bapa mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk mati menebus kita. Jadi disini layaklah bagi kita yang sudah ditebus oleh Yesus Kristus menyatakan kemuliaan hanya bagi Allah Tritunggal. Bayangkan jika hidup kita tidak diselamatkan oleh Tuhan, betapa liar dan cemarnya hidup kita. Dan pada waktu kita sudah ditangkap oleh Tuhan, waktu kita sudah ditebus oleh Tuhan hidup kita menjadi berarti. Maka disitulah kita harus mengembalikan kemuliaan kepada Tuhan yang sudah berkarya dengan besar dalam seluruh kehidupan kita, jadi jangan bilang karya yang terbesar dalam hidupmu adalah karya orangtuamu.

4. Allah adalah pemilik seluruh hidup kita. Dialah yang menciptakan kita. Dia pulalah yang menebus kita dari perbudakan dosa, (band, 1 Kor 6:20). Siapa kita? Kita dahulu adalah musuh-musuh Allah, kita adalah orang-orang yang cemar, kita adalah orang-orang yang tunduk kepada kedagingan dan kita tunduk kepada penguasa kerajaan angkasa, didalam Yesus Kristus kita menjadi milik Tuhan, didalam Yesus Kristus kita akan memancarkan kemuliaan Tuhan melalui karakter kita, dan melalui daripada Yesus Kristus kita menjadi orang berharga karena kita bukan lagi budak dosa, kita menjadi budak kebenaran, kita menjadi murid kebenaran, dan didalam bagian inilah setiap kita layaklah kita menyatakan kemuliaan hanya bagi Allah karena hidup kita diubahkan didalam dan melalui Yesus Kristus.

Kesimpulannya adalah Tujuan utama manusia dicipta adalah  untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selamanya (Katekismus Singkat Westminster P.1). 1 Korintus 10:31; Wahyu 4:11; Mazmur 73:25-26, demikian pun dengan Yesaya 43: 7, Tuhan  berfirman: “Semua  orang  yang  disebutkan  dengan  nama-Ku  yang  Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!” Jadi kita bersyukur sekali setiap kita ada di tangan Tuhan, setiap nama kita tercatat dalam buku kehidupan, Jadi kita akan diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk menyatakan kemuliaan tuhan melalui studi kita, pekerjaan kita, bisnis kita, melalui seluruh keberadaan kita, karena itu berdoalah supaya Tuhan boleh sungguh-sungguh memakai hidup kita.

Bagaimana respon kita?

1 Korintus 10: 31, waktu engkau melakukan yang bersifat praktis berkaitan dengan hukum alam, makan, minum, tidur, atau engkau melakukan segala sesuatu, ingat, kaitkan semua untuk kemuliaan Tuhan. Biarlah kita senantiasa memuliakan Allah & menikmati Dia selamanya. Kiranya kita dapat berkata seperti pemazmur:  “Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.” (Mazmur 73:25-26)

Soli Deo Gloria Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th.

Categories: Transkrip

Author: gracelia Christanti

Bitnami