Latest Post

Berjalan Ke Sion

 

Teks    :Isaac Watts (1674-1748)

Musik :Robert Lowry, 1867

 

Apakah kita harus menyanyikan mazmur atau himne dalam ibadah gereja? Inilah kontroversi yang mengacaukan banyak jemaat selama abad ke-17 dan ke-18. Isaac Watts adalah seorang juara seumur hidup dalam himne yang “dikomposisi secara kemanusiaan”, sementara sebagian besar gereja berbahasa Inggris bersikeras untuk menggunakan tata cara mazmur. Kemarahan seringkali terjadi, dan beberapa gereja benar-benar terpecah karena konflik ketidakselarasan musikal ini. Dalam beberapa gereja lainnya tercapai kesepakatan. Tatacara mazmur akan dinyanyikan pada bagian awal ibadah, dan kemudian setelah kotbah mereka menyanyikan himne, yang mana saat ini anggota jemaat yang menentang himne akan pergi atau menolak untuk ikut bernyanyi. Isaac Watts menulis himne “We’re Marching to Zion” untuk membuktikan bahwa tindakan orang-orang yang berjalan keluar pada saat himne dinyanyikan itu salah. Perhatikanlah kata-kata dari lagu ini, terutama pada bait yang kedua. Isaac Himne ini diberi istilah “Watts’ Whims” (whims bisa berarti bertingkah atau aneh). Himne ini pertama kali muncul dalam buku Hymns and Spiritual Songs karya Watts di tahun 1707 dan diberi judul “Heavenly Joy on Earth.”

 

Isaac Watts (lahir di Southampton, Inggris, 17 Juli 1674 – meninggal di London, Inggris, 25 November 1748 pada umur 74 tahun) adalah seorang pendeta dan juga komponis musik gereja yang terkenal dan mempunyai wawasan yang sangat luas. Dia adalah anak tertua dari 9 bersaudara. Ayahnya aktif dalam pelayanan gereja. Meskipun Isaac mempunyai kesehatan yang kurang baik, dia sangatlah pandai dalam banyak hal. Isaac sejak kecil mempunyai kemampuan khusus dalam sastra dan puisi. Dari umur 5 tahun sampai 13 tahun, dia sudah belajar bahasa Latin, Yunani dan Ibrani. Dan dia sudah mulai menulis puisi. Bahkan berbicara pun dia seringkali seperti sedang berpuisi. Isaac menilai hymn yang dinyanyikan di gereja mereka itu kurang bagus. Karena itu ayahnya menantang Isaac untuk membuat puisi-puisi lagu kristen supaya dinyanyikan dalam gereja tempat mereka beribadah. Sejak itu, dia terus membuat lagu yang baru dan dinyanyikan setiap minggu. Dia juga mempelajari mengenai psikologi, berkotbah, memperdalam alkitab, menulis buku-buku agama kristen, pandai dalam logika dan lain-lain. Pada umur 20 tahun, dia lulus dari kuliahnya. Dan masa itulah dia menulis kumpulan hymn dan lagu-lagu kristen yang diterbitkan pada 1707-1709. Kurang lebih selama 6 tahun dia juga mempelajari teologi dan filsafat. Dia berkotbah pertama kali ketika berumur 24 tahun. Dia meninggal saat berumur 74 tahun (25 November 1748). Dia dimakamkan di Bunhill Fields Cemetery, London tempat dimana John Bunyan, Joseph Hart John Rippon dan William Shrubsole juga dimakamkan. Sebagai penghargaan, dibuat suatu monumen Isaac Watts di Westminster Abbey, Gereja yang terkenal di Inggris.

 

Perjalanan kehidupan Kristen seperti perjalanan ke Sion. Di dalam perjalanan ada banyak tantangan dan masalah yang mungkin mulai menghambat kita. Entah itu datang dari dalam diri kita atau pun dari luar diri kita. Kita harus terus waspada dalam perjalanan kekristenan kita agar tetap bertekun dan setia sampai bertemu dengan Tuhan kita.

 

Berjalan Ke Sion

Categories: Hymn Stories

Author: gracelia Christanti

Bitnami