Latest Post

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. (Lukas 6:20)

Apakah Allah hanya menyelamatkan orang miskin? Jika kita melihat keseluruhan Alkitab, maka kita bisa dengan yakin bahwa jawabannya adalah tidak. Allah juga menyelamatkan orang kaya. Tuhan Yesus memang mengatakan bahwa orang kaya itu sulit masuk ke dalam Kerajaan Allah, namun Ia tidak mengatakan bahwa hal itu mustahil (Lukas 18:24-27).

Lalu apa maksud dari ayat ini? Banyak penafsir melihat kepada ucapan bahagia dalam Injil Matius ketika melihat ayat ini dan langsung berkesimpulan bahwa kemiskinan yang dimaksud oleh Lukas adalah ‘miskin rohani’.

Bagi penulis, para penafsir tersebut tidak membaca Injil Lukas sebagai Injil Lukas tetapi dari kacamata Injil yang lain. Namun kalau kita melihat ayat ini saja, atau melihat ayat ini dalam konteks Injil Lukas saja, maka bagaimana kita memahaminya?

Tentu saja kemiskinan itu sendiri bukanlah kebahagiaan atau berkat. Memiliki Kerajaan Allah-lah kebahagiaan atau berkat itu. Pada akhirnya bukan kemiskinan itu yang menjadi titik fokus melainkan Kerajaan Allah.

Kita bisa lebih memahami ayat ini ketika kita memahami ayat ke-24 ‘Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.’ Apakah Tuhan Yesus membenci orang kaya? Apakah orang kaya pasti tidak diselamatkan? Sekali lagi dengan yakin kita bisa menjawab ‘tidak’.

Mengapa orang kaya itu celaka? Karena ia menganggap kekayaannya sebagai sumber penghiburannya. Ia memberhalakan kekayaannya. Ia tidak mencari dan mementingkan Kerajaan Allah seperti yang dilakukan oleh orang miskin dalam ayat ke-20 (tidak semua orang miskin mencari Kerajaan Allah).

Bisakah orang miskin juga memberhalakan uang? Bisa. Bukankah banyak orang miskin pernah berkata “seandainya aku orang kaya, aku pasti bahagia”? Apakah orang yang berkata seperti ini melihat Allah sebagai sumber penghiburannya? Atau mungkin uang-lah yang menjadi titik fokusnya? 

Penulis berpendapat bahwa ayat ke-20, secara singkat, boleh dimengerti sebagai berikut “berbahagialah, meskipun kamu miskin saat ini, karena kamulah empunya Kerajaan Allah”.

Bitnami