Latest Post

Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN (Ulangan 8:3)

Pernahkah Allah membiarkan umat-Nya merasa lapar? Allah pernah membuat umat-Nya merasa lapar namun Ia tidak pernah membiarkan orang yang berharap kepada-Nya mati karena lapar. Allah pernah membiarkan umat-Nya merasa lapar sesuai yang tertulis dalam Ulangan 8:3. Mengapa apa Allah melakukan hal ini? Apakah Allah sempat lupa memberikan umat-Nya makanan? Allah melakukan hal ini dengan suatu alasan yang besar yaitu Allah ingin umat-Nya belajar untuk rendah hati.

Kerendahan hati itu sangat penting di mata Alkitab. Dalam Yakobus 4:6 tertulis “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati”. Jadi tanpa kerendahan hati, seseorang tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Namun Allah tidak selama-lamanya membiarkan umat-Nya kelaparan. Meskipun umat-Nya berada di padang gurun yang gersang, Allah tetap menyediakan makanan untuk umat-Nya dengan kuasa-Nya. Allah memberikan mereka makanan yang tidak mereka ataupun nenek moyang mereka kenal. Mereka mendapatkan suatu berkat ilahi yang asing di mata manusia, namun berkat ilahi yang asing itu memelihara kehidupan mereka di padang gurun yang tandus. Di sana mereka semakin mengenal Allah yang membebaskan mereka dari perbudakan Mesir.

Perenungan: Pernahkah Allah membiarkan kita merasa lapar? Sadarkah kita bahwa hal-hal buruk yang menimpa kita bisa jadi merupakan cara Allah untuk merendahkan hati kita? Maukah kita rendah hati supaya kita mendapatkan belas kasihan-Nya?

Bitnami