Latest Post

Ajaiblah Firman Hidup

Categories: Hymn Stories

Musik dan Lirik: Philip P. Bliss, 1874

Philip Paul Bliss adalah salah satu penulis lagu-lagu kristen yang terkenal dalam sejarah. Dia menulis banyak sekali lagu-lagu kristen baik dalam musik dan liriknya diantaranya adalah  Almost Persuaded, Dare to Be a Daniel, Hallelujah ‘Tis Done!, Hallelujah, What a Saviour!, Hold the Fort, Jesus Loves Even Me, Let the Lower Lights Be Burning, Once for All, The Light of the World Is Jesus, Whosoever Will, and Wonderful Words of Life. Masih ada ribuan lagu yang lain lagi.

Philip Bliss lahir di Clearfield County, Pennsylvania pada 9 Juli 1838. Ayahnya, Isaac Bliss, adalah seorang methodis yang taat dan sangat menyukai musik sehingga mendukung Philip Bliss dalam musik. Ayahnya sangat tekun berdoa sehingga itu juga membuat Philip Bliss menjadi seorang kristen yang sejak kecilnya mempunyai kerohanian yang baik. Selain itu, dari kecil dia juga bertumbuh dalam pengenalannya akan alkitab. Pada umur 10 tahun, itu pertama kali dia mendengar suara piano dan semakin mendorong dia untuk menjadi seorang musisi. Dia juga membantu orang tuanya dengan menjual sayur-sayuran dari rumah ke rumah. Pada suatu sabtu, ketika dia sedang menjual sayur-sayuran, dia mendengar musik yang sangat indah. Saat itulah dia mendengar pertama kali suara piano yang dimainkan oleh seorang perempuan muda. Ketika dia berumur 11 tahun, dia memutuskan untuk menjalani hidup mandari sendiri. Saat berumur 12 tahun, dia bertobat dan berkomitmen sungguh-sungguh melayani Tuhan. Kemudian dia bergabung dalam Baptist Church of Cherry Flats, Pennsylvania. Sejak umur 11 tahun, dia bekerja sebagai asisten memasak dalam suatu perkayuan yang 2 tahun kemudian diangkat menjadi pemotong kayu. Sambil bekerja, dia tetap melanjutkan sekolahnya dan juga tetap melanjutkan belajar musik yang dibayar dari gajihnya sendiri. Namun di tengah-tengah kesibukan itu, dia tetap melayani Tuhan dan bahkan ikut terlibat aktif pelayanan dalam kebaktian-kebaktian yang diadakan oleh Methodist.

Pada umur 17 tahun, dia memutuskan untuk memilih pekerjaan tetap. Dia pergi ke Bradford City dan kemudian menjaid seorang guru di Hartsville, New York. Dia belajar musik di bawah bimbingan J.G. Towner baik dalam hal conducting dan vocal. Kemudian suatu kali dia menghadiri pertemuan musik di Pennsylvania. Di situ dia bertemu dengan William B. Bradbury yang adalah seorang komposer musik-musik sakral. Philip Bliss juga banyak belajar dari William B. Bradbury. Kemudian Philip memutuskan untuk menjadi guru dan komposer musik. Dia mempunyai beberapa murid yang mau belajar musik dengannya. Kemampuannya dalam musik dan mengajar membuat orang-orang memperhatikan dia. Tapi sayang karena kurang biaya, dia tidak bisa melanjutkan pendidikan musiknya secara formal. Pada tahun 1860, nenek dari isterinya memberikan dukungan dalam hal finansial sehingga dia bisa melanjutkan pendidikan musik secara formal di Normal Academy of Music of New York. Di sana diberikan pendidikan musik selama beberapa minggu dalam 3 tahun. Sejak itulah dia mulai juga menulis lebih banyak lagu-lagu lagi.

Pada 1869, dia hadir dalam kebaktian yang dipimpin oleh D. L. Moody. Malam itu kebaktian tidak ada yang melayani sebagai singers. Philip memperhatikan hal itu. Akhirnya, Dia ikut terlibat dalam mengembangkan musik ibadah di gereja tersebut. Moody juga mengajak dia terlibat dalam pelayanan kebaktian-kebaktian yang akan dia pimpin. Selama 2,5 tahun, mereka menjadi tim pelayanan. Sejak itu dia terus pelayanan dalam hal musik di berbagai kebaktian dan KKR dengan orang yang berbeda-beda juga. Hingga dia meninggal pada 29 Desember 1876 dalam suatu kecelakaan.

Lagu ini mengajarkan bahwa firman Allah itulah yang memberikan hidup sejati. Manusia berdosa sudah kehilangan jalan yang benar. Manusia berdosa menuju kematian dan hukuman kekal. Namun Tuhan Allah memberikan firmanNya baik tentang hukum-hukum yang harus ditaati dan janjiNya supaya manusia dapat hidup dalam kebenaran sejati. Kiranya kita terus bertekun dalam belajar firman Tuhan dan menjadi pelaku firman Tuhan.

Author: Lukman Sabtiyadi

Bitnami