Latest Post

Semangat yang Berasal dari Tuhan

Categories: Renungan Harian

Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan,

sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali (Mazmur 103:5)

Kepuasan yang Allah berikan melalui kebaikan-Nya tidak hanya berhenti pada kepuasan diri kita sendiri. Setelah kita dipuaskan oleh Allah, kita mendapatkan semangat yang baru seperti kekuatan burung rajawali (atau elang dalam terjemahan lain). Ayat ini tidak berlaku hanya untuk anak muda (sehingga masa mudamu…). Pemazmur menulis ayat ini kepada pembaca Firman Tuhan dari semua kalangan umur. Mereka yang sudah lansia pun bisa memiliki semangat muda meskipun tubuhnya memiliki banyak keterbatasan. Hal ini tidak mustahil jika Firman Tuhan mengubah diri kita.

Kepuasan yang diberikan oleh dunia bukanlah kepuasan yang memberikan semangat yang benar. Anggur bisa memuaskan namun juga membuat mabuk. Di dalam kemabukan seseorang tidak mungkin bisa melayani dengan benar dan semangat. Alkitab melarang raja minum sampai mabuk karena kemabukan itu membuatnya lalai dalam tanggung jawabnya (Amsal 31:4-5). Obat-obatan bisa memberikan kepuasan namun juga menghancurkan tubuh kita. Makanan yang enak bisa membuat kita bersemangat namun kita tidak bisa selamanya menikmati makanan enak, entah karena alasan kesehatan atau karena kebiasan memakan makanan enak akan membuat banyak rasa menjadi hambar. Segala macam hiburan yang ditawarkan dunia memang menarik namun tidak mungkin bisa memuaskan kita sepenuhnya. Hiburan dunia, alih-alih memberikan semangat, bisa membuat penikmatnya kecanduan sampai tidak mau bekerja.

Apa yang kita lakukan dengan semangat yang Tuhan berikan? Kita harus memakainya untuk kemuliaan Tuhan. Di sini ada suatu spiral rohani. Ketika kita dipuaskan karena kebaikan Tuhan, kita mendapatkan semangat untuk melayani-Nya. Ketika kita melayani-Nya, kita akan menyaksikan lebih banyak lagi kebaikan-Nya dan itu akan semakin memuaskan hati kita. Ini bukanlah siklus yang terperangkap dalam lingkaran tetapi siklus dalam spiral. Di dalamnya ada bagian yang melingkar namun garis itu akan terus naik secara melingkar membentuk spiral. Kita akan melihat perkembangan yang nyata dalam spiral rohani ini. Kita tidak akan pernah bosan akan kebaikan Tuhan jika kita menanggapi dengan benar.

Author: Tommy Suryadi

Bitnami